Suatu hari saya melihat sebuah tayangan wawancara Bapak BJ Habibie di kediamannya. Saya lupa di acara apa yaa, tapi yang jelas sudah lama sekali. Saat itu saya masih sekolah, saya melihat koleksi buku di rumahnya banyak sekali. Saya senang melihatnya dan sejak saat itu salah satu impian saya adalah memiliki perpustakaan pribadi di rumah.
Sekarang saya sudah memiliki rumah sendiri, impian untuk memiliki perpustakaan pribadi masih menyala dalam hati sanubari. Sepertinya enak gitu yaa, kalau di rumah ada sebuah ruangan khusus yang saya peruntukkan buat saya membaca buku. Lantas bagaimana mewujudkannya?
Bangun Kebiasaan Membaca di Rumah Sejak Dini
Tidak bisa ditawar lagi deh, sepertinya membangun kebiasaan membaca di rumah sejak dini adalah syarat utama agar saya bisa membangun perpustakaan pribadi di rumah. Perpustakaan pribadi yang bukan hanya sekedar ada dalam bentuk fisik namun tak bernyawa, tapi perpustakaan pribadi yang hidup dan bermakna.
Bagaimana caranya membangun sebuah perpustakaan pribadi yang memberi manfaat bagi semua penghuni rumah? Yaa syarat utama tentu saja penghuni rumahnya harus suka membaca dong. Ini adalah syarat mutlak. Perpustakaan yang hadir di tengah penghuni yang tidak suka membaca seperti bangunan tak berpenghuni. Ruangan tersebut lama-lama akan mati.
Jadi agar perpustakaan pribadi yang ada di rumah bisa dimanfaatkan dengan maksimal, bacakan buku pada anak-anak sedari kecil. Buat anak jatuh cinta dulu pada buku dan menyukai kegiatan membaca. Sehingga mereka akan dengan sangat gembira dan bahagia membaca buku-buku yang ada di rumah.
Sisihkan Budget Untuk Membeli Buku
Jujur sih saya hingga detik ini masih lebih menyukai buku fisik sebagai sarana membaca. Buku fisik itu memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh buku digital. Apalagi wangi harum kertas itu tidak bisa tergantikan oleh apapun. Buku fisik lebih ramah ke mata karena tidak memberi pantulan sinar ke mata dari cahaya yang terpancar di layar gadget. , Naah untuk hal ini memang sebuah kenyataan yang tidak bisa terbantahkan.
Hal kedua dalam menyiapkan sebuah perpustakaan pribadi di rumah kamu adalah tentu saja menyisihkan budget untuk membeli buku. Sisihkan dari pendapatan untuk bisa membeli minimal satu buku setiap bulan.
Tapi bagaimana yaa harga buku kan mahal? Ada banyak cara untuk mengakses buku original atau bukan bajakan di luaran sana dengan harga lebih murah. Naah, kalau saya sih suka mencoba beberapa cara di bawah ini.
Membeli buku Saat Ada Diskon
Beberapa alternatif pilihan mencari buku original dengan harga murah diantaranya adalah membeli buku saat ada pameran atau bazar karena biasanya suka banyaak banget diskonnya. Kamu juga bisa membeli buku di toko buku karena ada waktu-waktu tertentu mereka menggelar pesta diskon.
Hunting buku ke pusat pertokoan buku-buku lama
Kamu sudah menonton film Rangga dan Cinta belum? Naah, di film itu ada cerita dimana Rangga sering berkunjung ke toko buku yang menjual buku-buku bekas dan sudah lama. Ternyata setelah saya membaca baca berbagai sumber, toko buku yang Rangga datangi itu adalah ada di kawasan Kwitang Jakarta. Kalau di Bandung, daerah yang banyak terdapat kios yang menjual buku-buku lama adalah daerah Palasari.
Membeli di Marketplace
Oh iya, toko buku di marketplace juga banyak lho memberikan diskon-diskon. Akan tetapi harus jeli yaa jangan terjebak dengan harga murah tapi ternyata bukunya bajakan. Kalau saya pasti akan selalu bertanya dulu ke penjualnya tentang keaslian buku yang akan saya beli jika menemukan buku bagus tapi harganya murah.
Hunting Prelove Buku
Atau bisa juga dengan mencari informasi di media sosial atau komunitas buku karena biasanya ada saja orang atau lembaga yang memiliki program sumbang buku. Meskipun mungkin berebutan nanti dan kuotanya terbatas, tapi siapa tau kan rezekinya kamu mendapatkan buku lungsuran itu.
Lakukan Langkah Pengorganisasian Koleksi
Saat buku sudah terkumpul terus apa langkah selanjutnya? Kalau menurut ilmu perpustakaan yang saya dapatkan saat kuliah dulu, maka kini saatnya untuk melakukan pengorganisasian koleksi.
Jadi, buku-buku yang ada di rumah semuanya didata dan dicatat. Kamu bisa melakukan proses pencatatan secara manual maupun menggunakan sistem otomasi. Jika ingin menggunakan sistem aplikasi ada aplikasi pilihan yang dapat kamu gunakan yaitu SLIMS. Dengan demikian semua buku yang ada di rumah ada catatannya dan terdata.
Beri label buku dan sampul buku agar lebih awet. Jika belum paham tentang sistem klasifikasi, kamu bisa belajar di internet. Saat ini kita semua sedang ada di era keberlimpahan informasi, semua informasi kamu bisa dapatkan disana.Gunakan saja sistem penomoran yang paling sederhana. Jangan lupa untuk menggunakan pelabelan warna pada setiap subjek koleksi agar lebih mudah menemukannya dalam proses temu balik informasi.
Siapkan Tempat Untuk Menyimpan Buku
Saat kamu memiliki rumah yang besar maka kamu bisa menyiapkan sebuah ruangan khusus untuk menyimpan seluruh koleksi buku disana. Akan tetapi jika rumah kamu belum memungkinkan menyediakan sebuah ruangan khusus, jangan khawatir yaa karena akan ada seribu satu cara sebagai solusi.
Pilih satu space di rumah untuk dijadikan area perpustakaan pribadi. Kamu bisa memilih pojokan sudut ruangan atau menempatkan satu lemari khusus di satu ruangan misal di ruang tengah atau ruang tamu. Intinya seluruh penghuni rumah bisa menjangkaunya dengan mudah dan menemukan tempat yang nyaman untuk membaca.
Buat Perpustakaan Senyaman Mungkin
Penghuni rumah akan tambah betah jika area perpustakaan pribadi yang kamu miliki bisa memberikan kenyamanan. Naah, kamu bisa menambahkan karpet dan bantal-bantal kecil atau beanbag di sekitar area atau ruangan perpustakaan.
Penutup
Asyiik yaa kalau di rumah ada perpustakaan pribadi, setidaknya akses kepada buku jadi lebih leluasa. Kamu bisa mengakses buku kapan pun ada waktu kamu bisa langsung membaca. Untuk kamu yang di rumah kebetulan sudah memiliki banyak buku maka tahapan menuju terwujudnya perpustakaan pribadi sudah jauh lebih mudah.
Kebutuhan dasar berupa koleksi buku sudah tersedia, jadi yang harus dilakukan selanjutnya tinggal proses pengorganisasian koleksi dan menatanya senyaman mungkin. Jadi bagaimana, sudah ada perpustakaan pribadi di rumahmu?Kalau belum, yuuk buat
