Review Film Dan Bandung: Cinta Itu Bukan Sebatas Aku dan Kamu

Review film Dan Bandung

Sore pekan lalu saya menyeruput kopi dengan bergegas di sebuah kafe. Waktu yang tak leluasa membuat saya kurang menikmati sajian kopi yang rasanya enak beneer. Hanya tiga puluh menit saya disana dan akhirnya harus segera beranjak menuju bioskop Movieplex. Bioskop yang saya tuju tidak begitu jauh dari kafe yang baru saja saya tinggalkan. Saya sudah beberapa kali nonton film disini.

Sampai di bioskop, anak bungsu saya langsung mencetak tiket film yang sudah dipesan sebelumnya secara online melalui websitenya. Sore itu saya, suami dan anak saya menonton film Dan Bandung. Sebuah film baru garapan Sutradara Rudi Soedjarwo.

Film Dan Bandung hadir sebagai drama romansa Indonesia yang tidak hanya menawarkan kisah cinta, tetapi juga membawa Bandung sebagai ruang penting dalam perjalanan para tokohnya. Film garapan Rudi Soedjarwo ini diproduseri oleh Titin Suryani dan ditulis oleh Titien Wattimena. 

Ada beberapa pemain yang ikut membintangi film ini, diantaranya adalah Samo Rafael memerankan Basil dan Shanna Shannon tampil sebagai Elma. Mereka adalah dua tokoh yang menjadi pusat dari dinamika cerita. Selain mereka berdua ikut bermain juga beberapa artis lainnya. 

Kehadiran sejumlah pemeran seperti Keisya Levronka, Donny Damara, Nugie, dan Tike Priatnakusumah turut memperkuat warna cerita. Diproduksi oleh Verona Films dan dirilis pada 20 Agustus 2026. Film Dan Bandung berdurasi sekitar 120 menit.

Film Adaptasi Buku

Kalau kamu pecinta buku-buku karangan Pidi Baiq, pasti akan langsung ngeuh deh kalau film ini adalah adaptasi dari bukunya. Yap betul sekali, dari sekian banyak buku Pidi Baiq yang sudah terbit, buku novel Dan Bandung adalah novel yang diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama.

Penasaran gak gimana kisah antara film dan bukunya, apakah ada perbedaan? Nanti saya akan menulis review bukunya juga yaa. Tunggu aja deh. 

Sinopsis Film Dan Bandung

Pertemuan Basil dan Elma terjadi secara tidak sengaja. Basil melihat Elma saat menonton pertandingan Persib di Stadion GBLA. Bukan pertemuan sih, lebih tepatnya Basil melihat Elma. jatuh cinta pada pandangan pertama benar-benar Basil rasakan. Dia jatuh cinta pada Elma.

Tapi, masalah muncul saat Basil bingung bagaimana menemukan gadis itu. Akhirnya ide brilian muncul. Basil yang memiliki toko merchandise bersama dua temannya, memutuskan membuat kaos yang bergambar foto Elma dengan tulisan “Dicari bidadari bobotoh”. Dan Boom,,, kaos yang dibuat Basil laku keras.

Ternyata, ide Basil ampuh juga. Akhirnya Elma datang ke toko bersama Sus sahabatnyai. Dia menyampaikan keberatan karena wajahnya jadi terkenal dimana mana. Dari pertemuan itu Basil jadi tahu kalau dia dan Elma tuh sebenernya satu kampus hanya beda fakultas dan jurusan saja. Elma di Farmasi dan Basil di Seni rupa. 

Akhirnya mereka berpacaran. Namun ternyata banyak masalah saat mereka menjalani hubungan. Orang tua Elma tidak menyetujui hubungan mereka berdua, Naah, lantas bagaimana kelanjutan hubungan mereka berdua? Nonton sendiri yaa filmnya,,,

Catatan Untuk Film Dan Bandung

Setelah menonton film yang berdurasi hampir dua jam ini, saya memiliki beberapa catatan untuk yang masuk pada kategori film remaja ini. 

Bandung Kan Luas

Selama menonton film Dan Bandung ingatan saya berkelana ke satu film yang rasanya mirip dengan film yang sedang saya tonton ini. Yaa,,,koq mirip mirip film Dilan gitu deh  terutama suasana Bandungnya itu lho,,Tapi kenapa yaa setiap menonton film anak muda genre cinta begini mesti deh jalannya yang itu-itu aja,,kan Bandung tuh luas yaa. 

Pasti Jalan Merdeka selalu ada, yang di bawah jembatan penyeberangan itu. Saya ingat jembatan ini karena pas Persib terakhir juara kemarin perayaannya disana. Kalau mencoba spot tempat lain sepertinya boleh juga deh. 

Senang Banget Ada Karakter Suka Membaca

Saya tuh kalau nonton film dan tokoh utamanya suka membaca atau memiliki hobi di dunia literasi tuh seneng banget deh. Naah, di film Dan Bandung tokoh utamanya suka membaca. Elma sering menghabiskan waktunya berlama-lama membaca dan mengerjakan tugas di perpustakaan. 

Yaa, saya sih berharap mudah mudahan anak-anak muda yang menonton film ini jadi mengikuti hobi bacanya Elma,,,ya setidaknya jadi penasaran ingin berkunjung ke perpustakaan dan meminjam buku. Karakter tokoh suka membaca saya bisa temukan juga di film Ada Apa Dengan cinta. Rangga dan Cinta yang dua-duanya suka membaca. 

Naah kalau di film Dan Bandung karakter yang suka membaca itu adalah Elma. Sementara Basil dia tidak ditampilkan sebagai karakter yang suka membaca tapi dia suka membantu mengerjakan skripsi orang hehe, jadi otomatis saya simpulkan dia pintar dan suka membaca juga. Meskipun tidak begitu jelas ditampilkan karakter tersebut di alur ceritanya. 

Cinta Beda Kasta

Elma yang berlatar keluarga kaya  tapi tertutup dan tidak hangat menjadikan dia seperti burung dalam sangkar emas. Tak banyak diungkap dalam alur cerita Dan Bandung ini , bagaimana latar belakang keluarganya. Sebenarnya kalau mau diurai lebih dalam hingga penonton bisa mendapatkan informasi yang lengkap tentang latar belakang keluarga Elma ini akan menjadi nilai plus tersendiri. 

Saya seperti melihat sebuah keluarga yang hanya terlihat secara sekilas lintas saja. Hanya pesan yang muncul bahwa keluarga Elma adalah orang kaya berhasil tersampaikan. Tapi yaa hanya sebatas itu saja, tidak ada informasi lainnya.

Sementara Basil hadir dari keluarga bahagia dan mendapat tangki cinta yang penuh dari kedua orang tuanya. Meskipun ayahnya ada di hotel prodeo tapi dari gaya komunikasi mereka berdua, terlihat jelas kalau Basil sangat mencintai ayahnya. Basil tidak sedikitpun kehilangan cinta sang ayah. Paman dan bibinya yang mengurus Basil di rumah juga memberinya kasih sayang dan mengurusnya dengan baik.

Elma yang haus kasih sayang dan Basil yang memiliki tangki cinta penuh mereka bertemu. Elma yang tumbuh di keluarga kaya  dan Basil yang serba kekurangan mereka bertemu. Cinta beda kasta memertemukan mereka dalam satu rasa sayang….Yaa manis sih tapii jomplang. 

Tapi setidaknya Elma bisa merasakan bagaimana bahagianya dicintai setulus hati

Luka yang Menanggung Beban

Elma tumbuh di keluarga yang kering kasih sayang, ya setidaknya seperti itu kesan yang saya tangkap. Meskipun dalam ceritanya seperti yang saya ungkap di awal tidak begitu dalam mengungkap latar belakang keluarga Elma. 

Ayahnya Elma melarang Elma bergaul dengan banyak orang dan tidak boleh pulang terlalu malam. Tapi ada satu kesan positif yang saya bisa ambil dari film Dan Bandung, yaitu Elma membiasakan diri untuk pergi dengan menggunakan angkutan umum. Jadi walaupun tumbuh di keluarga kaya dia tetap bersikap sederhana. 

Elma menanggung luka pengasuhan dari orang tua yang tidak memberikan cinta dan kasih sayang secara utuh. Ayahnya otoriter dan ibunya ikut aja apa kata ayahnya. Mereka berdua tidak membersamai anaknya tapi tinggal di Jakarta sementara sang anak di Bandung. 

Terus  bagaimana dengan Basil? Basil menanggung luka harus hidup terpisah dengan ayahnya yang sedang ada di penjara. Sementara ibunya sudah meninggal. Meskipun ayahnya tidak sedikitpun mengurangi kadar cinta dan perhatiannya, tapi tetap saja menghadapi kenyataan bahwa ayahnya dipenjara adalah sebuah kenyataan pahit. 

Sang ayah, berusaha menahan cerita sesungguhnya tentang alasan dia masuk penjara demi kebahagiaan anaknya. Hingga akhirnya sang ayah meninggal, rahasia itu tepa tersimpan rapi. Masuk akal sih, daripada nanti anaknya ada dalam bahaya. Karena sebenarnya yang membuat ayah Basil masuk penjara adalah karena fitnah jahat Ayah Elma. 

Naah, di film ini juga enggak terungkap tuh apa masalahnya dan ada konflik apa antara mereka berdua. Jalan cerita mengambang atau mungkin memang fokusnya bukan di cerita konflik dua individu ini. Dan Bandung adalah film yang fokus pada kisah perjalanan cinta Elma dan Basil. Anggap saja kisah lain hanya sekedar bumbu saja jadi  tidak membahasnya terlalu dalam.

Peruntukan Tontonan  Kurang Pas

Saat saya menonton film Dan Bandung ada peruntukan bahwa film ini untuk usia 13+, kalau saya merasa sih ini film enggak pas deh kalau rentangnya di usia 13. Ada adegan pacaran dan beberapa adegan yang tidak pantas untuk anak usia 13 menontonnya. Bahkan ada adegan dimana akhirnya mengakibatkan Elma berbadan dua. Duh enggak deh, ini film untuk dewasa. 

Atau apakah di zaman sekarang ini, usia 13 sudah dianggap boleh melihat adegan ini atau sudah menjadi sesuatu yang lumrah anak seusia ini melihat adegan dewasa? Entahlah. 

Kesan Menonton

Kesan menonton film Dan Bandung bagi saya ini adalah salah satu film cinta remaja yang Bandung banget. Suasana Bandungnya dapet dan ada yang unik memasukkan PERSIB dalam film,,,mantep niih makin Bandung banget. 

Filmnya open ending yaaa jadi silahkan penonton menyimpulkan sendiri mau seperti apa itu akhir kisah cinta mereka. Mau jadi bahagia bisa, mau jadi sedih juga bisa hehe, up to you lah.

Tapi buat saya sih film ini menyisakan banyak pertanyaan. Yaa karena open ending itu deh. 

Ada sebuah pertanyaan dalam hati saya, mengapa Elma harus berbadan dua? Mengapa orang tuanya membiarkan Elma keluar setelah lama terkurung karena dia hamil bukan karena hal yang lebih menegangkan gitu…hehe,,,ini sih keinginan saya saja sebagai penonton. 

Penutup

Jujur saya belum bisa membandingkan dengan bukunya karena belum sempat saya membacanya sampai tuntas. Menurut saya, film ini lazy writing, ceritanya gak pada tuntas di banyak tempat. Cara penyelesaian konflik terburu-buru. Tapi meskipun begitu cukup menghibur.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *