LIbur Idulfitri pekan kemarin saya manfaatkan untuk silaturahmi ke kota kelahiran dan bertemu dengan saudara. Eits,,,tidak lupa meluangkan waktu untuk refreshing juga dong.
Salah satu agenda yang tidak pernah saya lewatkan kalau sedang liburan begini yaa apalagi kalau bukan nonton ke bioskop. Setiap lebaran tiba pasti ada film baru kaan yang hadir spesial untuk lebaran.
Cirebon adalah kota yang saya kunjungi untuk menghabiskan sebagian waktu liburan saya. Mall CSB menjadi tujuan untuk jalan-jalan kita siang itu. Sehari sebelumnya, saya sudah browsing tuh film apa yang akan saya dan anak-anak serta suami tonton.
Yups, pilihan saya jatuh pada Na Willa. Awalnya sih anak-anak kayak yang gak mood gitu. Mereka bilang, yaah koq film anak-anak sih bund,,, Agak merengut gitu wkwkwk…akhirnya kesekapakan tercapai juga hehehe.Sehabis nonton katanya mau makan.
Oke deeh, hayuuu…meskipun ternyata pada akhirnya rencana itu berubah juga deh.
Ngantri Tiket
Setibanya di mall CSB kami segera naik ke lantai 3 dimana ada Cinema XXI berada. Begitu masuk , saya lihat lumayan juga antriannya cukup banyak. Ini ruangan pemesanan tiket udah kaya pasar aja wkwkwk, banyak banget deh yang mau nonton film di bioskop siang ini.
Setelah mengantri cukup lama, ternyata kita tidak kebagian tiket film Na Willa yang jam siang. Jadi tadinya kan kita tuh mau nonton di jam 14.30 tetapi ternyata udah penuh tuh kursinya.
Ya udah akhirnya kita pilih jam 16.35 aja deh alis jam setengah lima sore. Saya membeli lima buah tiket karena kami berlima yaitu saya, suami, teteh, aa dan adik saya yang bungsu. Jadi selama di Cirebon kami menginap di rumah adik bungsu saya. Harga tiket nya sendiri adalah lima puluh ribu per lembar jadi total saya membayar tiga ratus ribu untuk lima buah tiket.
Kita berlima kepisah sih duduknya meski masih satu deretan tapi keselang oleh dua kursi. Ya udah deh gak apa-apa, namanya juga musim liburan orang banyak yang nonton. Saya lihat kursi bioskop di studio lima tersebut hampir penuh. Alhamdulillah masih kebagian tiket.
Rencana Yang Berubah
Akibat tiket yang saya dapat buat menonton Na Wila ini jam nya di sore hari, jadilah kami memutar haluan rencana deh. Tadinya kan mau nonton film tuh siang, setelah nonton baru deh eksplore Mall CSB termasuk makan. Tapi karena nontonnya sore jadi ya udah deh, jalan-jalan nya kita dahulukan.
Waktu masih menunjukkan jam setengah dua siang, masih ada waktu sekitar tiga jam sebelum waktu nonton tiba. Akhirnya kita putuskan buat makan dulu deh. Saat sebelum berangkat, adik saya sama anak-anak udah merencanakan ingin makan di restoran Korea.
Eh kebetulan banget deh itu tepat di sebelahnya Cinema XXI ada restoran Korea. Cerita makan disini saya tulis di artikel terpisah yaa. Kebetulan semua sudah salat jadi kita langsung makan aja.


Ternyata waktu masih belum menunjukkan jam setengah lima wkwkwk,,,,ada sekitar dua jam lagi gitu, ya udah tujuan berikutnya adalah ke Informa. Kebetulan adik saya mau membeli lemari baju yang baru. Ya udah deh akhirnya kita eksplore disana dan memilih-milih lemari dengan berbagai model.
Ternyata banyak juga yaa, terus lagi banyak diskon lagi. Setelah selesai dari Informa, waktu sudah menunjukkan pukul empat lebih lima belas menit , ya sudah segera saja kita ke bioskop. Kita menuju Studio lima deh.
Detail Film Na Willa
Na Willa adalah sebuah film yang diangkat dari buku dengan judul yang sama karangan Reda Gaudiamo. Ryan Adriandhy adalah penulis skenario sekaligus sutradara film Na Willa. Dia sebelumnya sukses menyutradarai film Jumbo. Film ini memiliki masa waktu tayang seratus delapan belas menit yaa dua jam kurang sedikit deh.
Pemeran film Na Willa yang saya kenal hanya beberapa saja , diantaranya Ira Wibowo dan Mbok Tun. Sementara yang lainnya saya baru melihat di film Na Willa ini. Termasuk pemain utama yaitu yang berperan sebagai Na Willa beserta Mak dan Pah.
Film Na Willa yang di produksi oleh Visinema Pictures ini adalah film drama musikal keluarga karena di dalam filmnya ada disertai nyanyian dan permainan musik. Film ini masih gress alias baru karena saat ini masih tayang di bioskop sejak tanggal 18 Maret 2026.
Berikut para pemain film Na Willa seperti dikutip dari laman Wikipedia:

Sekilas Cerita Na Willa
Na Willa adalah anak pasangan muda Marie dan Paul. Mereka dipanggil Mak dan Pak oleh Na WIlla. Mereka tinggal di sebuah rumah ditemani oleh seorang pekerja rumah tangga yang biasa dipanggil Mbok. Kisah film drama keluarga ini berlatar tahun 1960 hingga latar setting filmnya mengikuti latar waktu dalam cerita. Ayah Na Willa adalah seorang pekerja di kapal sehingga dia jarang pulang ke rumah. Sehingga dalam kesehariannya, Na Willa lebih sering tinggal bersama Mak dan Mboknya di rumah.
Na Willa memiliki teman-teman sepermainan yaitu Farida, Martini, Bud dan Dul. Mereka sering melewatkan waktu dengan bermain bersama. Meskipun Na Willa dan teman-temannya berbeda keyakinan tapi tidak sedikitpun menghalangi pertemanan dan persahabatan diantara mereka.
Ada satu kisah yang menggelitik saya yaitu saat Na Willa meminta izin kepada Mak untuk ikut mengaji bersama teman-temannya. Oh iya, ayahnya Na Willa adalah seorang Cina, agama mereka kristen. Saat mereka salat berjamaah, Na Willa menyeret kain sprei yang sedang dijemur untuk digunakan sebagai mukena.
Mak menyusul Na Willa dan mendapati anaknya sedang mengikuti gerakan salat sambil memakai sprei yang menutupi seluruh tubuhnya. Segera saja Mak membawa anaknya pulang. Sesampai di rumah, Mak Na Willa, mengingatkan anaknya dengan sangat bijak.
Mak bilang bahwa Na Willa harusnya kasian sama mbok yang sudah capek mencuci sprei tapi kemudian jadi kotor kembali akibat ulah nya. Meskipun tegas tapi tidak disertai bentakan. Akhirnya Na Willa diberi hukuman tidak boleh keluar rumah.
Film ini bercerita tentang dunia anak-anak, dunianya Na Willa dan teman-temannya. Ringan dan mengalir dengan apa adanya. Tanpa ada paksaan, semua sangat natural termasuk saat mengangkat beberapa konflik yang ada di dalam ceritanya. Seperti saat Dul tertabrak kereta dan harus kehilangan kaki kanannya dan digantikan dengan kaki palsu.
Mak Marie mampu mengatasi rasa sedih dan merasa bersalah Na Willa dengan sangat bijaksana. Dia berhasil membuat anaknya tidak bersedih lagi dan tidak menyalahkan dirinya sendiri. Sang ibu pun meminta maaf kepada anak kesayangannya atas kebohongan yang dia lakukan kepada Dul.
Na Willa yang merasa kesepian dia didaftarkan ke sebuah sekolah oleh Mak nya. Akan tetapi lagi-lagi terjadi konflik antara na Willa dan gurunya. Na Willa yang sudah pandai menulis dan membaca sama sekali tidak dipercaya oleh gurunya. Menurut gurunya , tidak mungkin seorang anak bisa membaca dan menulis kalau belum sekolah. Na Willa kecewa berat. Di sekolah ini juga Na Willa mengalami diskriminasi etnis,,,memangnya Na Willa mendapatkan perlakuan apa sih? Nonton aja filmnya yaa hehehe.
Akankah Na Willa mendapatkan sekolah yang pas untuknya? Bagaimana nasib Dul yang tertabrak kereta api? Bagaimana pertemanan Na Willa dan sahabatnya di sepanjang film ini berlangsung?
Yuuk, nonton film Na Willa di bioskop. Dari awal film sampai selesai, rasanya saya tidak menyesal memilih film ini. Buat kamu yang belum menonton Na Wila segera deh menontonnya di bioskop kesayangan. Kamu akan mendapatkan jawabannya secara lengkap.
Pesan Parenting Dalam Film Na Willa
Review film Na Willa bagi saya akan sangat banyak bersinggungan dengan pesan parenting buat orang tua. Ada beberapa teladan yang bisa diambil oleh para orang tua dari film Na Willa ini. Pertama, kebiasaan baik membaca buku ditanamkan dalam keseharian di keluarga.
Mulai dari Pak Paul yang suka membelikan buku sebagai hadiah untuk Na Willa, Mak Marie yang suka membacakan buku untuk anaknya. Kebiasaan-kebiasaan ini lama kelamaan membentuk minat baca yang tinggi pada Na Willa.
Kedua, keluarga Na Willa menurut saya memberi motivasi pada para orang tua agar mau terjun memberi pelajaran membaca dan menulis kepada anaknya, jangan mengandalkan kepada lembaga pendidikan saja. Menanamkan nilai-nilai baik di keluarga seperti menghormati orang yang lebih tua, tidak boleh berbohong dan memperlakukan semua orang dengan baik tanpa memandang status sosial.
Ada beberapa kalimat bagus banget dan patut kita renungkan sebagai orang tua dari Mak yang diucapkan kepada Na Willa:
“Berbohong itu seperti kerikil yang masuk pada sepatu. Makin banyak kerikil makin sakit jalannya.”
“Saat Na Willa mau sekolah itu harus memiliki tiga kewajiban yaitu tanggung jawab, mau mendengarkan guru dan mau bermain dengan teman.”
Ketiga, ada pelajaran parenting yang baik sekali di film Na Willa ini yaitu Mak selalu memberikan ilmu pengetahuan dari sebuah buku yang dibacakan kepada Na Willa. Dan mengajarkan kepada Na Willa bahwa jika kita berbuat salah makan harus meminta maaf tidak peduli siapapun orangnya. Meskipun dari orang tua kepada anaknya, jika orang tua salah maka harus meminta maaf.
Keempat, Mak Marie mengajarkan arti kata tanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan oleh Na Willa. Seperti saat Na Willa membongkar radio karena ingin melihat Lilis Suryani yang sedang bernyanyi lagu Hesty namun ternyata tidak ada penyanyi di dalam radio itu. Akhirnya, Na Willa harus memasang kembali radio yang sudah dibongkar.
Kesan Saya pada Film Na Wila
Film Na Willa kalau misal saya diminta memberi rating, maka saya akan memberi rating 100 per sepuluh hehehe. Abis bagus banget sih ini film. Bahkan anak-anak saya pun yang tadinya under estimate terhadap film ini memberikan kesan yang sangat baik. Mereka bilang filmnya baguus banget.
Film drama musikal keluarga ini bisa ditonton oleh semua umur baik anak-anak maupun orang tua. Para orang tua sepertinya harus belajar deh sama mak Marie, tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan anak. Orang tua membuka ruang diskusi dan memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan pendapat dan pemikirannya.
Saat anak melakukan kesalahan, maka orang tua tidak menghakimi dengan keras dan menyakitkan, orang tua mampu menyampaikan dan meluruskan sebuah kesalahan dengan bijaksana dan kekerasan apalagi pukulan yang menyakitkan. Semua berjalan dengan soft spoken dan lembut.
Ayah dan ibu Na Willa mampu membangun komunikasi yang baik meskipun dalam kondisi Long Distance Marriage. Melalui surat–surat yang saling dikirimkan satu sama lain mereka saling bercerita dan saling menguatkan.
Jadi bagaimana? Apakah kamu sudah menonton film Na Willa?

Kalau gak salah film ini kisah nyata masa kecil nya Refa Gaudiamo ya. Jadi tahu darimana skill kepenulisan dan hobi membaca nya mba Reda ya. Saya belum nonton filmnya tapi udah kebayang nih ceritanya seperti apa lewat sinopsis artikelnya mba. Menarik yaaa. Apa masih tayang di bioskop? Tadinya mau nonton tapi sayang, sekeluarga kena bapil gantian, hiks. Btw, kalau abis lebaran emang paling asyik nobar bioskop ya, walau yaaa ngantri tiket dan kemungkinan dapet kursi pisahan kayak mba nih. Tapi seru ya.
Wah sebagus ini ternyata film nawila ya kak, hiks jadi nyesel deh kemarin nggak nonton di bioskop kupikir film anak-anak sih
Kemarin saya ada baca kalau na willa ini adalah kisah hidup penulisnya ya. Jadi ada beberapa foto yng memperlihatkan sosok mak dan pak yang asli hingga juga Farida.
Sampai hari ini, aku gagal terus lho mau nonton film Na Willa 😭😭😭😭 semoga tidak keburu turun layar ya.
Semakin hari, jadi semangat buat nonton ini film karena emang bahasan parentingnya dapet dan dunia Na Willa semenarik dan seceria itu.
Cuzz,,,pas libur ke bioskop mba laa
Banyak juga yang bilang film ini bagus dan recomend ya mbak
Banyak sisi parenting yang bisa kadi bahan refleksi bagi orang tua
Huaaa, ini juga film yang mau aku tonton sama anak-anak, tapi belum berkesempatan pas libur lebaran kemarin. Walaupun anak-anak masih libur, bapaknya udah kerja dan kami jadi gak bisa nonton juga. Bukan karena bapaknya yang nyetirin, tapi karena dia juga mau ikutan nonton, ahaha. Kayanya hari ini baru mau nonton deh ini.
Makasih udah nulis reviewnya, jadi bikin makin semangat nonton. Penasaran juga sama adegan-adegan yang jadi pelajaran parenting nya ini. Apalagi yang bongkar radio itu. Lucu ya pikiran anak-anak, tapi kalau ditanggapi dengan sesuai, justru jadi pelajaran tanggung jawab yaa.
Tapi aku harus set ekspektasi juga sih nih, gak mau ekspek terlalu tinggi juga, takutnya nanti malah kecewa kalau gak sesuai. 😀
Iyaa mbak ISti,,,saya ngikik juga pas adegan ini,,,,kebayang berapa banyak artis yang masuk radio kalau benar apa yang ada dalam bayangan Na Willa hehehe
Aah.. mashaAllah.. jadi melting sama quote-nyaa..
Seringkali kita berbohong pertama, lancar.. dan semakin berani melakukan sebuah kebohongan.
Kadang alasannya jadi “Demi sebuah kebaikan”.
Padahal efeknya tentu akan ke hati yaa..
Selain hati jadi ga tenang, juga terbiasa melakukan kesalahan bikin kita memaklumi kesalahan sesudahnya..
Film anak yang memberikan deep impact dan bisa jadi bahan diskusi yang seruu niih..
yap betul banget teh,,,,bohong itu gak baik yaa walau pun tujuannya baik tapi dimulai oleh sesuatu yang tidak baik yaa tetep saja gak boleh
Aku belum nonton filmnya mbak..
Bukunya pun masih tersampul di TBR. Hiksss…
Banyak review positifnya dari film.ini apalagi lihat karakter Na Willa yg imut.
Aih, jadi pengen nonton.,🥰
Yuuk,,,mumpung masih ada di bioskop
Libur lebaran emnag dimana-mana ramai ya. Untung saja masih dapat tiket walaupun jadwalnya bergeser dan terpisah tempat duduk.
Na Willa ini lagi hits ya. Saya baru baca sinopsisnya di tulisan ini, ternyata memang semenarik itu. Jadi pengen nonton. Apalagi settingnya di tahun 1960. Saya suka nonton film dengan latar tahun jadul seperti ini. Apalagi film keluarga hehehe…
iyaa ini film settingnya zaman jadul,,,dan pas banget menggambarkan setting nya,,
Sebenarnya saya pengen banget nonton film na will a ini cuma akhirnya belum ketonton dengan berbagai alasan. Tapi kalau dari review penonton sih ini filmnya bagus ya, mbak dan pesannya juga mengena buat orang tua dan anak-anak
betul,,bagus banget buat anak dan orang tua mbak filmnya
Di tengah gempuran mbak Suzzana, film Na Willa ini emg layak tonton sih. Film ini berhasil membedah sisi sensitif parenting tanpa harus menggurui, namun tetap lugas dalam menyampaikan pesan intinya.
Terutama menyoroti perspektif anak kecil yang sering kali luput dari radar orang dewasa—bahwa perilaku anak sebenarnya adalah cermin dari bagaimana lingkungan merespons mereka.
Selain itu, penekanan pentingnya validasi emosi dan komunikasi dua arah. Ini bs jd sebuah pengingat keras kalau tugas orang tua bukan cuma mendidik, tapi juga mau belajar mendengarkan tanpa menghakimi.
iya pak Didik,,,buat alternatif tontonan sehat bisa banget nii film Na Willa
Na Willa lagi banyak diperbincangkan orang ya saat ini. Karena film ini menarik dan sarat dengan pelajaran yang bisa diambil banyak orang tua terutama soal berkomunikasi dengan anak-anak. Na Willa dan bisa dinikmati anak-anak sebagai hiburan yang edukatif
betl banget pa,,,,saya aja suka nonton film ini
Kalau Pak udah kenal sejak dia main FTV. Gak nyangka cucok juga jadi bapak2, karena dulu selalu dapat peran anak SMA hehe. Kalau mak ada di film apa tu pokoknya tentang perempuan area Indonesia Timur yg menuntut keadilan. Kalau pemeran anak2 aku juga baru kenal talent2nya.
Kebetulan baru nonton film ini juga mbak dan suka sekali sama visualnya. Jalan ceritanya juga apik ya meskipun ada yang gantung. Suka sama karakter “mak” yang nggak sesempurna ibu peri tapi malah bikin jadi realistis.
Anak2ku juga cukup menikmatinya. Cuma sayangnya buat aku yang asli Surabaya, dialek Suroboyoannya kurang banyak wkwk ngarep.
Sekarang lagoi kepengen baca bukunya aku tuh 😀
yuuuk baca juga bukunya,,,bukunya tipis tipis saja mba April bisa diselesaikan sekali duduk hehe
aku belum nonton dan kemren kemarn di fyp sosmed ini adalah kisah nyata penulis buku ibu rreda dan di ceritakann bertemaan dengan farida. Nawila pamit kepada farida katnya sebentar dan akhirnyaa di tthun ini mereka bertemu kembali nawilla dan farida ada kalimat terucap dri ibu ffarida katnya kamu pamit sebentar ko ketmu nyaa pas udah tua gini kepada nawila yang tiaada lainn adalah ibu reda ( terharu )
iya ini film FYP dimana mana,,bikin penasaran
Sebenarnya bukan sesuatu yang asing ketika bocah yang beragama kristen malah ikut ibadah teman sepermainannya. Aku pernah lihat konten video seseorang di media sosial.
Dalam konten tersebut, malah ada seorang bocah yang divideo sama teman kakaknya. Sebenarnya bukan kejadian yang aneh melihat bocah pulang mengaji.
Masalahnya, bocah yang ada dalam konten itu beragama kristen. cuma sayangnya, konten itu cuma berisi pemberitahuan gitu. Nggak ada nasehat kayak yang dilakukan Mak pada Na Willa.
Naah disitulah bedanya,,,,jadi ada poin nilai tambah tersendiri
Seneng deh, kalo ke Bioskop masih ngantri tiket ya, jadi serasa dunia nyata itu tetap hidup tidak kalah dengan aplikasi.
Btw, dengan latar belakang 1960-an, pastinya nilai-nilai keluarga sangat kental ya, tata krama masih terjaga bagaimana Na Willa punya kwajiban terhadap orang tua., Penting banget mengajak anak-anak nonton film ini.
Iya saya agak surprise juga kemarin pas ke bioskop ruameee puoool
Ada soal diskriminasi juga ya, jadi sedih.
Dan yang mengalami adalah tokoh utamanya, Na Willa, mana masih kecil pula.
Tentunya ini jadi insight sih buat yang nonton, bagaimana agar anak kecil tidak mendapatkan perlakukan yang tidak selayaknya
Iyaa,,,,menyedihkan ,,,,tapi ibunya bijak sekali,,,menentramkan dan menenangkan Na Willa
Aku menahan diri menunggu bioskop agak sepi untuk nonton film Na Willa ini, karena pengen beneran fokus menikmati film. Kalau nonton saat libur lebaran biasanya emang bioskop ramai banget, penuh terus. Maka tak heran kalau Mbak Heni dan keluarga harus memilih nonton sore karena yang siang sudah full booked.
Yang aku baca di beberapa review pun emang bilang filmnya bagus dan bahas parenting juga. Cuma buat warlok Surabaya, beberapa teman ku orang sana, mereka bilang obrolan khas Surabaya nya kureng itu aja paling yang jadi poin lainnya emang oke.
Ibu Reda Gaudiamo emang the best, aku pernah ikutan workshop kepenulisan bareng beliau di event Astra dan humble sekali beliau serta jago bercerita.
Kayaknya besok atau lusa aku bakalan ke bioskop buat nonton film Na Willa.
Iyaa,,buku-buku Ibu Reda nii bagus-bagus ya mbak Laa,,,,jadi kalau di alih wahana menjadi film pun pasti bagus
Belum nonton tapi rencana mau nonton. Satu film yang aku harapkan bisa sukses seperti Jumbo, Hidup makin butuh film-film seperti ini supaya anak-anak dan orang tua semakin selaras dalam bertumbuhnya. Dalam ulasan mba ini jelas sekali bagaimana parenting yang tepat. memberi ruang saling mendengar dan didengar idan komunikasinya dengan tenang. Itu penting banget.
Di media sosial film ini sudah mondari mandir, dan aku sendiri mengikuti perkembanganya. Semoga makin banyak keluarga nonton filmnya dan menikmati kebersamaan dengan nonton film Na Willa.
Iya kak Niek,,,semoga banyak yang nonton,,,bagus soalnya film ini
Aaaah jadi makin penasaran sama filmnya mbakkk. Apalagi kalo udah ngangkatnya isu-isu parenting, ini menurutku hot take bangetttt si buat dibahas, khususnya Indonesia. Apalagi kita tau ya, disini tuh kan parentingny masih banyak yang kacau balau, dan anak-anak pun banyak yang masih fatherless.
Syukurlah, apa yang sering kulakukan seperti membelikannya buku dan membacakannya cerita, nampaknya sudah sejalan dengan apa yang disampaikan di film na willa.
Bawa anak 3 tahun ke bioskop boleh ga sih mbak? hehehe. Penasaran, apalagi film ini kan ratingnya Semua Umur juga.
Angin dingin di kebun pala
Dingin tubuhku terasa lesu
Niat ingin seperti mak na willa
Tapi kesabaranku, oh setipis tisu
wkwkw,,,,makasih lagi Mas Fajar yang tak pernah bosan memberi pantun,,,,Yuuk bisa yuuk tisue nya tebelin hehehe
aku sebenernya dah rencana nonton Na Willa jugaa, pas Libur Lebaran. Tapi, berhubung tiket bioskop membumbung tuiinggi… ya wis, nunggu klo dah harga normal.lagi aja dah.
Yang jelas, karena aku suka JUMBO (yg disutradarai Ryan)…keknya aku bakal demen karya dese yg ini juga dah
Kemarin tuh emang lagi high season yaa,,,mungkin skrg sudah normal lagi mbak Nurul,,,,yuk nonton sebelum hilang dari peredaran bioskop
Aku lengkap punya bukunya. Dan pas baca juga sempet ketawa untuk beberapa part 😂😂. Memang lucu dan mendidik juga. Tp blm sempat2 untuk nonton filmnya mba. Kalaupun ajak suami dan anak, dipastikan mereka ga akan mau. Makanya aku berharaaaap banget na Willa bisa masuk Netflix nanti. JD aku bisa nonton di NF aja.
Memang penasaran sih, liat adegan2 nya kalau difilmkan. Berarti yg part penyiar radio ada juga yaaa 😍😍😍. Itu kocak memang, disangka ada orangnya hahahaha
Sepertinya insya Allah akan masuk netflix kaak semogaa saja,,,soalnya Jumbo juga akhirnya masuk kan yaa
Aaaah sudah banyak yang review
Mau nonton tapi anak anak sudah masuk sekolah
Weekend tiketnya lumayan sih wkwkw
Tapi kalau anak anak mau pakai THRnya, cuss nonton
Soalnya saya sudah baca bukunya berseri dan penasaran sama visualnya
nonton mbaak biar lebih lengkap sudut pandangnya