Rangga dan Cinta : Serasa Kilas Balik ke AADC 

Film Rangga dan CInta

Anak saya mengajak nonton nih di bioskop langganan tempat kami biasa menonton film. Oke deh tak banyak protes…cuzz lah saya bersama suami dan anak peri ke Movieplex di Sukabumi buat nonton film Rangga dan Cinta. Well saya langsung aja pesan tiket di tempat buat nonton film Rangga dan Cinta. Jadi penasaran juga sih aslinya, gimana niih cerita filmnya apakah sama dengan film AADC versi dulu yang booming jaman saya gadis dulu tahun 2002. Oke gas kita nonton film Rangga dan Cinta

Pemain Film Rangga dan Cinta

Para pemainnya baru semua gak ada yang sama dengan film AADC yang dulu. Para pemain utama dalam film Rangga dan Cinta ini adalah para pemain baru dan muda. Tapi bagus koq aktingnya. Para pemain dalam film Rangga dan CInta ini adalah

El Putra Sarira: Rangga

Harleyava Princy: Cinta 

Jasmine Nadya: Alya

Daniella Tumiwa: Karmen

Kyandra Sembel: Maura

Katyana Mawira: Milly

Rafly Altama Putra: Mamet

Rafi Sudirman: Borne

Filmnya sampai saat ini belum tayang di Netflix yaa tapi sudah selesai tayang di bioskopnya. Jadi buat kamu yang belum menonton film ini tunggu saja siapa tahu netflix menayangkannya.

Sinopsis Film

Jadi, Film Rangga dan Cinta ini seperti terbaca dari judulnya sudah pasti deh pemeran utamanya adalah Rangga dan Cinta itu sendiri. Cinta adalah pengelola majalang Dinding di sekolah bersama empat sahabatnya yaitu Alya, Karmen, Maura dan Milly. Suatu saat ada lomba menulis puisi yang diselenggarakan oleh sekolahnya. Cinta merasa agak pede saat itu dan teman-temannya menjagokan dia sebagai pemenang.

Namun ternyata yang memenangkan lomba puisi adalah seorang murid bernama Rangga. Sosok yang kurang populer di kalangan para murid di sekolah mereka. Ternyata di kemudian hari akhirnya mereka tahu bahwa Rangga tidak mengirimkan puisi tersebut karena yang mendaftarkan puisi buatan Rangga adalah Mang Diman. Mang Diman adalah seorang petugas kebersihan. Gudang Mang Diman ini seringkali digunakan Rangga untuk menyepi dan menyendiri. 

Cinta rupanya penasaran kepada Rangga. Berawal dari buku Rangga yang tertinggal di dekat tangga sekolah lalu diambil oleh Cinta. Buku berjudul Aku karya Sjuman Djaya berhasil mencuri perhatian Cinta. Pada akhirnya mereka berdua jadi sering kontak dan bertemu. Sehingga akhirnya mereka berdua menjalin hubungan cinta. 

Hubungan Rangga dan Cinta rupanya tidak diketahui oleh empat sahabatnya. Mereka pun sebenarnya bingung pada perubahan sikap Cinta yang sering tidak mengikuti kegiatan-kegiatan mereka bersama sama. Padahal mereka sudah berjanji untuk bersama sama dalam kondisi dan situasi apapun.

Ada sebuah bagian cerita yang menurut saya menarik dan jadi titik balik kembalinya hubungan persahabatan mereka menjadi kembali utuh yaitu saat Alya mencoba untuk bunuh diri namun gagal. Peristiwa tersebut berhasil merekatkan kembali persahabatan yang sempat retak.

Sementara itu, Rangga dan Cinta terlibat sebuah pertengkaran hingga kemudian Rangga memutuskan untuk ikut ayahnya ke Amerika dan melanjutkan sekolah disana. Naah, pada frame ini juga merupakan salah satu sekuel yang saya suka nih. Saat Cinta menyusul ke bandara untuk menemui Rangga yang akan terbang. 

Bagaimana akhir ceritanya niih? Apakah Rangga gagal terbang dan memutuskan tetap sekolah di Indonesia? Bagaimana kelanjutan hubungan cinta mereka? 

Film Musikal Kaya Warna

Berbeda dengan film pertamanya yaitu Ada Apa Dengan Cinta (AADC) maka film Rangga dan Cinta ini adalah film musikal. Di awal pembuka film saja sudah dimulai dengan nyanyian dan tarian yang apik dari para pemain film yaitu Cinta dan keempat sahabatnya. Musik dan tarian energik memberi kesan utuh bahwa film ini memang untuk remaja. Hampir di sepanjang film berlangsung musik mengalun. Yaa namanya juga film musikal pasti akan banyak musik diputar. 

Tapi jujur, semua lagunya enak-enak. Lagu aransemen Melly Goeslaw dan Anto Hoed memang keren deh.  Ini kebanyakan lagu-lagu yang pernah hadir di film AADC dulu dan diaransemen ulang oleh Melly dan Anto. 

Saya yakin deh pasti yang nonton film Rangga dan Cinta ini hanyut dalam cerita dengan mendengarkan lagu-lagu yang hadir dalam film ini. Saya suka banget tuh pas Rangga dan cinta menyanyikan lagu suara hati seorang kekasih. Hehehe,romantis. 

Pandangan Saya Terhadap Film Rangga dan Cinta

Setelah menonton film ini, kayaknya cocok deh buat remaja. Dan kalau gak salah di AADC itu kan ada adegan kissing nya yaa tapi di film Rangga dan Cinta amaan deh, gak ada adegan itu jadinya yaa lebih sopan aja kalau menurut saya. Filmnya termasuk film musikal jadi lebih hidup aja deh bawaannya. 

Untuk alur cerita tidak begitu jauh dengan film AADC jadi yaa sama aja sih inti ceritanya dengan film pertamanya. Makanya judul filmnya adalah  Rangga dan Cinta: The Rebirth of Ada Apa dengan Cinta?

Sekelumit kisah politik masuk ke dalam alur cerita lewat peran ayah Rangga yang ternyata seorang tokoh politik berhaluan kiri dan tidak disukai oleh pemerintah. Hingga akhirnya ayah Rangga hengkang ke luar negeri. Mungkin karena ayah Rangga seorang politikus sehingga Rangga begitu suka membaca. 

buku AKU yang menjadi titik cerita penting dalam film Rangga dan Cinta akhirnya saya baca juga

Secara keseluruhan film ini ceritanya termasuk ringan, alurnya juga sederhana dan konflik yang tersaji masih dalam dalam kategori sedang. Jadi menurut saya cocok sih buat dikategorikan sebagai film remaja.Hanya saja saya sih agak risih dengan rok yang dikenakan oleh Cinta dan sahabatnya, kependekan hehehe….sementara pada zaman tahun 2002 itu kan rok sekolah itu minimal selutut yaa.Ini Cinta dan teman-temannya roknya di atas lutut. Terus seragamnya polosan aja gitu, gak ada lambang dan lokasi sekolah seperti seragam anak SMA pada umumnya. Jadi kaya bukan anak sekolah pada umumnya. 

Penutup

Pada akhirnya film Rangga dan Cinta bukan hanya sekedar film kisah cinta remaja saja sih, tapi juga ada nilai-nilai persahabatan disana. Dialog-dialog puitis yang kerap hadir dalam percakapan  menjadi daya tarik tersendiri menurut saya. 

Jujur banyak bait-bait puisi dalam film ini, menarik saya untuk membaca buku Aku karya Sjuman Djaya. Menurut saya FIlm Rangga dan Cinta sama saja dengan AADC hampir sama lah kalau dari alur ceritanya. Cuma bedanya di film Rangga dan Cinta itu ada unsur musikalisasinya. Satu lagi yang menurut saya menarik adalah cerita film ini berlatar kecintaan terhadap buku dan membaca.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *