Mengenal Penulis di Indonesia Berprofesi Dokter

Penulis di Indonesia berprofesi dokter

Masih segar dalam ingatan saya waktu itu tahun 2013 penulis terkenal Tere Liye mengisi acara bedah buku di sekolah saya. Beliau mengatakan bahwa semua orang bisa menjadi penulis terlepas dari apapun profesi yang ditekuni. Saat menjadi akuntan maka jadilah akuntan yang senang menulis, jika menjadi arsitek jadilah arsitek yang memiliki kecintaan pada menulis, Saat memilih profesi dokter maka jadilah seorang dokter yang suka menulis. Dari sekian banyak profesi saya tertarik menelisik untuk mengenal penulis di Indonesia berprofesi dokter

Saat ini, tidak sedikit dokter-dokter di Indonesia yang memiliki hobi menulis dan menerbitkannya dalam sebuah buku. Biasanya buku yang diterbitkan berkaitan dengan bidang ilmu kedokteran yang ditekuninya. Namun ada pula dokter yang menulis buku cerita fiksi dan karyanya memiliki pembaca yang tidak sedikit. 

Mengapa Dokter Menjadi Penulis?

Kalau dipikir-pikir sih menurut saya yaa seorang dokter itu punya banyaaak sumber cerita yang jarang dimiliki profesi lain, sehingga memiliki banyak kisah yang bisa dituliskan dalam sebuah buku alias jadi penulis. Seorang dokter, setiap hari mereka bertemu berbagai kisah manusia. Diantara kisah-kisah yang terekam dalam ruang-ruang praktek tersebut ada yang lucu, sedih, heroik, sampai yang bikin merinding. 

Semua pengalaman emosional itu  jadi bahan refleksi, dan kadang rasanya sayang kalau nggak dituangkan ke dalam tulisan. Dunia medis juga penuh dinamika: ada momen menegangkan di IGD, harapan kecil yang tiba-tiba muncul, atau perjuangan pasien yang bikin hati lembut. Ditambah lagi, dokter terbiasa mengamati detail kecil dan menjelaskan sesuatu secara runtut sehingga semua itu menjadi dasar kemampuan yang pas banget buat nulis cerita. 

Banyak dari para dokter juga ingin mengedukasi masyarakat melalui ilmu yang dimilikinya, tapi dengan cara yang lebih enak dibaca, bukan lewat ceramah atau brosur kesehatan. Jadi kalau menurut pendapat saya dengan menulis buku  baik itu lewat fiksi, kisah naratif dan buku non fiksi sesuai bidang ilmu bidang kedokteran yang digeluti masing-masing mereka bisa menyampaikan pesan yang lebih nyantol di hati pembaca. 

Mengenal Penulis di Indonesia Berprofesi Dokter

Saya coba kupas yaa yang saya tahu dan bukunya pernah saya baca. Saya yakin deh pasti  ada lagi yang belum saya tulis dan kebetulan bukunya belum saya baca. Siapa saja yaa, dokter yang menulis buku baik fiksi dan non fiksi? Yuuk, mengenal penulis di Indonesia berprofesi dokter.

Waah, kalau dokter yang satu ini sih saya tau banget karena memang famous yaa. Apalagi baru-baru ini cerita  beliau tentang rahim copot di podcast Raditya Dika viral banget tuh di media sosial. Jadi, dokter Gia itu selain menjadi dokter dia senang menulis buku fiksi. Beberapa bukunya sudah saya baca dan ada satu buku yang paling saya suka yaitu Cinta di 31.000 kaki. Bukunya romantis banget deh tentang kisah cinta yang berujung bahagia. 

Selain buku tersebut, ada beberapa buku yang menyajikan cerita seputar dunia medis seperti Perikardia, Garda Detak dan ada juga buku kisah cinta lainnya yaitu Berhenti di Kamu. Cerita nya seru seru lho. Kamu harus membaca karya dokter Gia ini, kalau ternyata belum ada satu pun buku dokter Gia yang kamu baca. Dokter Gia merupakan lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.

Dokter Tan yang memiliki nama lengkap beserta gelarnya yaitu Dr dr Tan Shot Yen, M.Hum adalah dokter ahli gizi di Indonesia. Beliau  kerap menyuarakan tentang makanan sehat dan gizi seimbang. Beliau juga aktif menyoroti tentang program MBG di media sosialnya. Saya kagum banget sama beliau ini karena berani dan ilmunya luas banget tentang masalah gizi dan makanan sehat terutama untuk anak-anak dan ibu hamil. Dokter Tan mengenyam pendidikan dokter di Universitas Tarumanegara dan pendidikan profesi dokternya di FK UI.

Beberapa buku karangan dokter Tan  adalah Saya ingin sehat dan sembuh, Nasehat untuk sehat, Resep panjang umur, sehat dan sembuh,dan buku Anak sehat Indonesia. Selain menulis buku dokter Tan ini juga aktif menulis artikel di surat kabar, majalah dan media sosial. 

    Dokter Abdul mun’im Idris sangat terkenal sebagai ahli forensik di Indonesia. Berbagai kasus kriminal besar pernah ditangani oleh beliau.  Salah satu kasus besar yang menghebohkan yaitu kasus pembunuhan peragawati terkenal Ditje Budiarsih dan kasus-kasus besar lainnya termasuk kasus marsinah. Beliau sudah meninggal pada tangga 27 September 2013 di RSCM karena kanker pankreas. 

    Beliau adalah dokter  lulusan  Fakultas Kedokteran UI dan melanjutkan studi spesialisasinya di Kedokteran Forensik.  Selain menjadi dokter, beliau juga mengajar di almamaternya dan di banyak tempat lain. Karya -karyanya baik buku, jurnal dan tulisan artikel di media massa begitu banyak. 

    Dalam dunia kepenulisan, beliau menerbitkan buku yang berisi kisah-kisah yang beliau alami di dunia kedokteran forensik.Diantara karya beliau yang sempat saya baca adalah Indonesia X- File, Indonesia X-File 2 dan Dunia Forensik Itu Lucu: Sebuah Rekam Jejak dr. Abdul Mun’im Idries, Sp.F, Buku terakhir ini berisi ragam kisah yang sebelumnya tidak pernah dibuka kepada masyarakat. Sebagai karya bergenre semi biografi, kualitasnya terasa kuat karena ditulis saat beliau masih hidup, sebelum wafat. 

    Semasa hidupnya dokter Abdul Mun’im Idris banyak berjasa dalam dunia forensik dan membantu pihak kepolisian dalam mengungkap berbagai kasus kejahatan. Dunia forensik dunia yang penuh misteri dan teka teki. Mungkin karena inilah buku yang ditulis oleh beliau selalu dicari banyak orang. 

    Dokter Zaidul Akbar ini adalah dokter yang hijrah ke dunia kedokteran islam. Beliau sangat terkenal dengan konsep Jurus Sehat Rasulullah atau JSR. Zaidul Akbar adalah seorang dokter yang perhatian dengan konsep kesehatan yang digabungkan dengan ajaran-ajaran islam. 

    Salah satu teknik pengobatan yang beliau rekomendasikan adalah bekam. Saya pun rutin berbekam dan memang bekam itu bikin badan jadi enteng. Bekam itu kan mengeluarkan racun-racun yang adal di dalam tubuh. 

    Dokter Zaidul Akbar menyelesaikan pendidikan dokternya di Fakultas Kedokteran UNDIP. Banyak menulis tentang konsep Thibbun Nabawi atau kedokteran ala nabi. Beberapa buku dokter Zaidul yang saya baca kebanyakan buku-buku resep sehat. Buku-buku karangan dokter Zaidul yang terkenal diantaranya adalah Jurus sehat Rosululloh, Ramadhan JSR, 200 Resep sehat JSR dan buku terakhir yang baru saya beli adalah 114 Menu sehat JSR

    Dokter Jiemi Andrian adalah seorang dokter spesialis jiwa atau biasa kita sebut psikiater. Beliau ini aktif di media sosial dan kanal youtube nya. Saya juga suka melihat konten-konten edukasinya tentang kesehatan jiwa di kanal Youtube dokter Jiemi. Beliau menyelesaikan pendidikan dokter dan spesialisasi kedokteran jiwa di Universitas Sebelas Maret (UNS). Beliau praktek dokternya di RS. Siloam Hospitals Bogor. 

    Beliau menulis buku yang berkaitan dengan kesehatan mental diantaranya adalah Love your self, Merawat luka batin, Pulih dari trauma: Berkenalan dengan trauma processing theory dan buku yang berjudul For you my self.  Buku-bukunya banyak membahas tentang depresi, trauma dan pemulihannya.

    Nah, penulis favorit selanjutnya adalah dokter Andreas. Beliau ini sama dengan dokter Jiemi yaitu seorang psikiater. Beliau adalah lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Dokter Andreas menulis buku yang berjudul Seorang pria yang melalui duka dengan mencuci piring, Seorang wanita yang ingin menjadi semangka di kehidupan selanjutnya dan Stay positive with Marcus Aurelius.

    Dokter Andrea aktif di laman X (Twitter), beliau ternyata memang suka menulis dan menjadi salah satu penulis di Indonesia berprofesi dokter. Buku Seorang Pria yang Melalui Duka dengan Mencuci Piring meraih sukses besar dan menjadi pemenang kategori Book of the Year pada helatan IKAPI Awards 2024. 

    Penutup

    Saya salut banget dengan para penulis di Indonesia berprofesi dokter. Para dokter yang menulis dan membuat buku di tengah kesibukannya melayani pasien berobat masih menyediakan waktu untuk menulis, itu adalah hal yang hebat. Begitu pula dengan dokter-dokter akademisi pasti sama sibuknya dengan dokter rumah sakit namun masih bisa menulis membuat buku untuk dibaca oleh masyarakat. Kamu punya rekomendasi penulis yang juga berprofesi sebagai dokter? Share di kolom komentar yaa

    Recommended Articles

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *