Sebuah Persahabatan Tulus: The Traveling Cat Chronicles

Buku The Traveling Cat Chronicles

Pekan ini saya membaca sebuah buku karya Arikawa Hiro dari penerbit Haru. Kisah dalam buku yang berjudul The Traveling Cat Chronicles ini bener-bener deh mengaduk-aduk seisi jiwa dan hati saya. Antara sedih dan haru bersatu padu. 

Saya pun pernah mengulas beberapa buku tentang kisah kehidupan kucing di blog saya ini. Mengapa yaa begitu banyak kisah kucing yang masuk ke dalam cerita ? Mungkin karena kucing adalah salah satu makhluk yang paling populer di muka bumi ini. Setidaknya itu menurut pendapat saya. 

Awal Kisah

Persahabatan Satoru dan Kousuke mempertemukan mereka dengan seekor anak kucing lucu dalam kardus. Kisah seru yang dibumbui oleh kaburnya anak-anak SD itu dari rumah masing-masing karena ingin memelihara kucing, sungguh memberi rasa kagum. Bagaimana tidak anak-anak sekecil itu sudah memiliki keinginan kuat untuk memelihara binatang. Selain itu mereka berdua memiliki rasa saya dan cinta pada seekor kucing.

Mengapa mereka kabur-kaburan? Karena orang tuanya tidak suka kepada kucing. Kucing yang mereka rawat bernama Hachi, dia adalah seekor kucing mike kucing tiga warna yaitu hitam, putih dan kuning kecoklatan. Hachi akhirnya ikut dengan Satoru karena Kousuke tidak diijinkan memelihara kucing. Namun nasib malang menghampiri Satoru. Orang tuanya mengalami kecelakaan sehingga Satoru harus ikut dengan bibinya jauh ke desa di luar kota. Hachi dititipkan kepada saudara sepupu jauhnya.

Hachi akhirnya mati karena tertabrak mobil. Setidaknya itulah berita yang sampai kepada Satoru. Sementara itu persahabatan Satoru dan Kousuke yang sempat terputus kini kembali tersambung.

Nana Kucing Pengganti Hachi

Satoru tidak sengaja menemukan kucing di atas kap mobil wagon kesayangannya. Kucing ini mirip sekali dengan Hachi, kucing kesayangan Satoru dan Kousuke. Benar-benar mirip dari warnanya, mukanya yang ada warna hitam membentuk huruf delapan serta ekor panjangnya yang bengkok membentuk huruf delapan. Berhari-hari kucing ini selalu mampir ke rumah Satoru. Lama kelamaan Satoru jatuh hati padanya.

Satoru selalu memberinya makan dan mengelus badannya. Suatu hari kucing ini kecelakaan. Akhirnya Satoru memutuskan untuk merawatnya di rumah. Setelah kurang lebih dua bulan Satoru merawat kucing ini, akhirnya dia memutuskan untuk menjadikannya kucing peliharaannya. Satoru memberinya nama Nana.

Nana diceritakan oleh penulis buku ini, dia suka berbicara dalam pikirannya sendiri. Dia suka berkomunikasi dengan dirinya sendiri saat mengomentari hal-hal yang terjadi di sekitarnya. Termasuk saat Nana membiarkan Satoru mengelus tubuhnya, dia bilang aku membiarkan tubuhku dielus oleh dia karena dia memberiku makan.

Yah begitulah, akhirnya Nana hidup dengan Satoru. Akan tetapi nasib berkata lain. Satoru kehilangan pekerjaan dan memaksanya untuk melepas Nana. pada awalnya dia menawarkan Nana pada sahabatnya Kousuke. Tapi kondisi Kousuke masih sama dengan yang dulu. Ayahnya tidak menyukai kucing dan kebetulan sekali ayahnya tinggal bersama dia dan istrinya. Dengan berat hati akhirnya Satoru kembali  membawa Nana hidup bersamanya.

Satoru Traveling Bersama Nana

Satoru melakukan perjalanan bersama Nana dalam waktu cukup lama. Hampir dua belas jam lebih mereka berada di atas mobil menyusuri jalanan dan melalui lautan menyeberang pulau. Tujuannya adalah menemui teman Satoru di sebuah desa.  Satoru menemui sahabatnya Yoshimine. 

Kisah Yoshimine dan Satoru

Penulis buku ini senang sekali bercerita flash back. Setelah di bab awal dia bercerita tentang awal mula bertemu Hachi dan kisah masing-masing keluarga. Naah, sekarang Arikawa Hiro sang penulis buku ini bercerita tentang siapa itu Yoshimine dan bagaimana Satoru dan Yoshimine pertama kali berjumpa dan berkenalan. 

Oh ternyata, mereka berdua adalah teman satu SMP. jadi yoshimine adalah murid baru pindahan ke sekolah Satoru. Yoshimine yang berbadan besar sering mendapat tawaran untuk masuk ke klub olahraga, tapi semua tawaran itu dia tolak. Ternyata Yoshimine lebih tertarik dengan tawaran Satoru yaitu mengikuti kegiatan Klub Berkebun. Satoru seringkali berkunjung ke rumah Yoshimine, dia tinggal bersama neneknya.

Yoshimine itu tidak dekat dengan kedua orang tuanya karena mereka terlalu sibuk bekerja. Sehingga jarang bertemu dan berinteraksi dengan ayah ibunya. Pada akhirnya, kedua orang tua Yoshimine bercerai dan hak wali asuh anak jatuh pada ayahnya. Namun ternyata mereka masing-masing pindah ke luar negeri. Jadilah Yoshimine tinggal bersama neneknya.

Saat sekolah mengadakan darmawisata ke Fukuoka, Satoru ingin berjumpa dengan kucingnya. Satoru ingin pergi ke Kokura yang jaraknya hanya dua puluh menit dari Stasiun Hakata. Bagi Satoru kucing adalah keluarganya. Tapi sayang, rencananya tidak berjalan mulus, mereka kepergok guru di stasiun. 

Kisah Masa Kini Berlanjut

Saat Satoru sampai ke rumah Yoshimine, disana ada satu kucing belang coklat bernama Chatoran. Rupanya nana dan Chatoran bisa berkomunikasi.  Jadi di mata Nana, Chatoran itu kucing lemah yang tidak bisa berburu. Nana ingin mengajari Chatoran berburu dan dia setuju. Yoshimine kehilangan nenek sepuluh tahun lalu. 

Esok harinya Yoshimine mengajak Satoru mengunjungi makam nenek. Mereka berdua mengendarai mini truk milik Yoshimine. Itu artinya Satoru memiliki waktu luang untk mengajari Chatoran kembali bagaimana cara berburu. 

Keesokan harinya, Satoru pamitan dan pergi meninggalkan Yoshimine. Mereka berdua pergi dengan mobil wagon milik Satoru. Mobil wagon meluncur menyusuri pesisir pantai. Perjalanan pertama selesai.

Traveling Kedua: Perjalanan  Masih Ada

Satoru menemukan penginapan spesial karena bisa menginap dengan membawa hewan kesayangan. Ini adalah penginapan milik Sugi Shuusuke beserta istrinya Chikako. Penginapan ini sudah berusia tiga tahun, bertepatan dengan Sugi terkena PHK di tempat kerjanya. Uang pesangon yang diterima Sugi, ia belikan sebuah pension house. Naah pension house ini kemudian dia jadikan sebuah penginapan.

Yaa, Chikako adalah teman Miyawaki Satoru semasa SMA. Penginapan tersebut adalah tujuan selanjutnya yang akan dikunjungi oleh Satoru bersama Nana. jadi Satoru akan menawarkan kucingnya kepada Chikako. Chikako dan Sugi juga merupakan pecinta kucing. Mereka memiliki satu kucing bernama Momo dan satu anjing bernama Toramaru. 

Penginapan Chicako melewati Gunung Fuji. Nana sangat takjub saat melihat Gunung Fuji.Akhirnya Satoru dan Nana sampai ke penginapan Sugi Chikako. Nana mendengus , bau menjijikkan terendus oleh Nana. Mmmhh benar saja Nana melihat ada seekor aning di luar mobil. Anjing musuh besar kucing. Saat tahu ada kucing betina tua bernama Momo, Nana berpikir apakah Momo akan suka padanya yang usianya jauh lebih muda? 

Kembali Bercerita Tentang Masa Lalu

Sepertinya penulis buku ini suka sekali bermain kisah masa lalu. Setiap mengawali bab dan mmbuka cerita baru, pasti pembaca akan dibawa ke cerita masa lalu sang tokoh yang sedang bertemu. Setelah di cerita sebelumnya penulis bercerita tentang kisah masa lalu Satoru dan Kousuke, Satoru dan Yoshimine. Tibalah saatnya sekarang penulis berkisah tentang cerita masa lalu antara Satoru dan Sugi Chikako. 

Mereka adalah teman satu SMA tapi tidak terlalu akrab. Satu momen yang akhirnya mendekatkan keduanya adalah saat Satoru menemukan anjing yang terperosok ke dalam parit. Pas saat bersamaan Sugi lewat di depannya. Sugi paham jenis anjing apa yang ditemukan oleh Satoru karena temannya Chikako memiliki latar belakang pecinta anjing. Sementara Sugi tidak diperbolehkan memelihara anjing oleh orang tuanya. Makanya itu, Sugi akhirnya jadi sering main bertandang ke rumah Chikako. 

Satoru dan Sugi akhirnya berjibaku menyelamatkan anjing Shih Tzu tersebut. Satoru terjun ke sungai karena kayu yang menopangnya berdiri tidak kuat menahan beban tubuhnya. Akhirnya dia tercebur. Sugi dan Chikako tidak menyerah mereka mengejar anjing tersebut, akhirnya mereka bisa menangkap anjing tersebut meskipun ada pengorbanan. Tangan Satoru digigit anjing. Uhh berdarah dan sakit, tapi mereka happy karena anjing itu bisa terselamatkan.

Begitulah kisah awal mula kedekatan Satoru dan Sugi yang pada akhirnya mendekatkan Chikako juga pada Satoru.Anjing tersebut akhirnya diadopsi oleh keluarga Chikako. 

Perbincangan Dua Kucing

Momo dan Nana terlibat dalam sebuah perbincangan. Oh iya kisah masa kini berlanjut yaa, setelah tadi kita kupas kisah masa lalu antara Satorum Sugi dan Chikako. Kedua kucing ini melihat Sugi mabuk dan Satoru mencoba menjauhkan botol alkohol itu dari tangannya. Momo dan Nana menangkap sebuah pesan bahwa Sugi tidak begitu suka kepada Saturo yang dia panggil dengan sebutan Miyawaki. 

Mereka berdua merasa ada semacam kekhawatiran dari Sugi , dia takut Chikako akan menyukai Satoru. Chikako memang pernah menaruh hati pada Satoru. Hal inilah yang membuat Sugi tidak nyaman dengan kehadiran Miyawaki Satoru. Tapi rahasia itu tetap terbungkam hingga saat ini. Padahal sebenarnya Chikako juga menyukai Satoru. 

Akhirnya Satoru kembali membawa pulang Nana meninggalkan penginapan. Setelah terjadi perkelahian antara nana dan Toramaru. Nana masih bersama Satoru

Traveling Ketiga: Persinggahan Terakhir

Satoru mengajak Nana naik kapal feri menyeberangi lautan. Petugas kapal menempatkan Nana di tempat penitipan hewan. Disana dia berkenalan dengan kucing lainnya. Mereka mengobrol layaknya manusia. Traveling ketiga bersama Satoru, Nana bepergian ke Hokkaido. Lagi-lagi Nana menyaksikan pemandangan indah sepanjang perjalanan yang tak pernah ditemui sebelumnya. Ternyata, Satoru membawa Nana ke makam ayah dan ibunya. 

Perjalanan selanjutnya adalah Sapporo menuju tempat tinggal bibi Satoru yang bernama Noriko. Noriko berbeda usia delapan tahun dengan ibu Satoru. Orang tua Satoru berjasa besar dalam perjalanan hidup Noriko, mereka membiayai sekolah Noriko dan memberi sebuah rumah. 

Disinilah akhirnya alasan yang paling logis mengapa Satoru mencari orang yang ingin merawat dan mengadopsi Nana terungkap. Ternyata Satoru menderita sakit tumor ganas dan harapan hidupnya tinggal satu tahun. Huhuhu,,,so saad sekali ternyata sesedih ini toh kenyataan yang sebenarnya.

Demi merawat Satoru, Noriko berganti profesi sebagai pengacara di Hokkaido. Hachi sendiri tidak tinggal bersama Noriko karena profesinya yang berpindah-pindah tempat. Hachi dititipkan di saudaranya yang mau memelihara kucing. Hingga akhirnya Hachi mati saat Satoru duduk di bangku SMA. 

Waktu Penghabisan

Satoru menjalani perawatan di rumah sakit terdekat dengan rumahnya. Meski dalam kondisi sakit, dia tetap memberi waktu terbaiknya untuk Nana. Noriko menyampaikan satu rahasia besar bahwa orang tua kandungnya bukan orang tua yang selama ini dia tahu. Noriko menangani kasus besar yaitu sepasang orang tua muda yang mengabaikan anaknya bahkan mereka hendak membuang bayi Satoru kecil ke tempat sampah. 

Bayi malang ini kehilangan orang tua karena mereka berdua dihukum. Noriko menjatuhi vonis ke kedua orang tua kandung Satoru. Akhirnya, kakak Noriko mengadopsi Satoru. Begitulah ceritanya hingga akhirnya Satoru diasuh dan dibesarkan oleh keluarga Miyawaki. 

Satoru menyerahkan Nana kepada bibi Noriko untuk diadopsi. Satoru merasa tenang jika Nana dalam pengawasan Noriko. Nana sedih sekali melihat kondisi Satoru yang sakit. Kenangan lima tahun bersama Majikan yang baik hati ini akan selalu membekas dalam ingatan Nana. 

“Tolong jaga Nana, karena Nana adalah kucing yang sangat berharga bagi Satoru”. Halaman 325.

Setelah sekian lama tidak bertemu Satoru karena sedang dirawat di rumah sakit, akhirnya Noriko mengajak Nana bertemu Satoru. 

Akhirnya Satoru menyerah pada penyakitnya. Dalam dekapan Satoru, Nana menyaksikan sahabatnya pergi untuk selamanya. Nana bersedih, sedih yang tak berkesudahan. Satoru sudah pergi tapi dia akan selalu ada dalam hati dan kehidupan Nana. 

Akhir Cerita

Nana tinggal bersama Noriko di Hokkaido. Sahabat Satoru yaitu Kousuke, Yoshimine, Sugi dan Chikako datang melayat. 

Secuplik Pesan Dari Kisah Sakato dan Nana

Air mata saya mengembang di pelupuk mata saat membaca bagian akhir kisah dalam buku ini. Betapa manis dan tulus kisah persahabatan mereka berdua. Secuplik pesan dari kisah Sakato dan Nana dapat saya sampaikan dengan berurai air mata:

  1. Kisah buku ini memuat persahabatan Satoru dan Nana yang sangat tulus
  2. Satoru adalah sosok manusia baik hati, bijak dan penyayang. Meski hidupnya dirundung duka ditinggalkan orang tua secara tiba-tiba dalam kecelakaan, kisah cinta yang tak pernah sampai hingga menderita sakit berat, namun Satoru tetap berusaha nampak bahagia dan tak ingin membuat sahabatnya senang dan tak bersedih 
  3. Ada sebuah kisah cinta dan kasih sayang melebihi batas antar makhluk hidup
  4. Dalam hidup ini memiliki teman dan sahabat sepanjang masa hingga akhir hayat adalah sebuah kebahagiaan dan keberuntungan tak terkira
  5. Perpisahan menyakitkan sekaligus memberi makna akan dalamnya arti cinta

Ceritanya sediih banget dan sangat menyentuh jiwa.Selamat membaca versi lengkapnya di buku The Traveling Cat Chronicle yaa…..

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *