Ceritaku Tentang Cara Merawat Buku

Cara merawat buku

Saya masih ingat sekali waktu masih duduk di bangku sekolah pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan. Jadi ceritanya saya tuh membeli sebuah buku uangnya hasil menabung beberapa lama. Kamu tau gak celengan dari tanah liat yang berbentuk seperti kendi terus terdapat bolongan untuk memasukkan uang ke dalamnya? Nah, saya tuh menyisihkan uang jajan dan menabung di celengan itu. Niat saya ingin membeli Majalah Bobo dan buku komik Asterix. Sebuah kisah yang akhirnya membawa saya pada sebuah kesadaran betapa pentingnya memahami cara merawat buku. 

Ibu selalu bilang kepada saya bahwa jika memiliki keinginan maka harus berjuang dan berkorban. Begitu pula saat saya mengutarakan keinginan untuk memiliki sebuah buku dan majalah. Ibu bilang bahwa saya harus menabung dan berusaha dulu untuk mengumpulkan uangnya. Selalu ada kesepakatan antara saya dan ibu, apakah untuk memiliki apa yang saya inginkan tersebut dari hasil menabung seluruhnya atau nanti ibu bantu berapa persennya. 

Tidak pernah ibu meluluskan keinginan saya semua dari uang ibu, selain memberi pelajaran tentang arti berjuang, kami juga bukan termasuk orang berlebih dari segi ekonomi. Ayah dan ibu adalah orang sederhana, dengan anak banyak dan semua sekolah. Jadi memang tidak bisa ibu memberikan semua yang saya mau. Saya harus memutar otak jika ingin memiliki sesuatu, jadilah salah satu jalan keluarnya adalah menabung. 

Setelah beberapa lama menabung, akhirnya uang yang terkumpul  cukup tuh untuk membeli kedua koleksi impian saya tersebut. Akhirnya, ibu membantu memesankan dari tukang korang yang langganan setiap hari datang ke sekolah mengantarkan koran. Ketika akhirnya Majalah Bobo dan Komik Asterix tersebut ada di tangan saya, luar biasa senangnya. 

Senangnya hati akhirnya saya memiliki dua koleksi baru. Setiap hari saya membacanya hehe,,,gak ada bosan bosannya deh. Entah sudah tamat berapa kali, saya ulang lagi membacanya, terus saja begitu sampai seminggu deh kali wkwkwk. Itulah excitednya anak kelas empat SD punya buku baru. 

Sampai suatu hari, sebuah kejadian tidak menyenangkan terjadi. Saat itu saya mau berangkat sekolah. Aturan di rumah kami adalah tidak ada yang bisa pergi ke sekolah sebelum sarapan. Jadi , ritual rutin setiap pagi saya adalah makan dulu sebelum berangkat sekolah. Menu favorit saya adalah nasi goreng. Ibu sering membuatkan kami nasi goreng untuk sarapan.

Saya menikmati sarapan nasi goreng tersebut dengan hati senang. Saat itu di hadapan saya ada sepiring nasi goreng dan segelas air teh hangat. Saya akan sambil membaca komik Asterix, sebenarnya ibu sudah mengingatkan untuk tidak makan sambil membaca. Kata ibu kalau makan ya makan saja gak usah sambil ngapa ngapain. Tapi saya tidak mengindahkan kata-kata ibu. Saya tetap makan sambil memegang buku. 

Sampai ada kejadian tak terduga, saat saya sedang asyik makan eh ada Pussy kucing saya, berlari mengejar sesuatu terus dia menyenggol buku yang sedang saya pegang. Saya kaget,  reflek bukunya terlepas dan akhirnya buku jatuh menyenggol gelas berisi teh. Akhirnya , buku jatuh dan air teh pun tumpah ke buku. 

Bukunya basaaaah 😭😭

Belum cukup sampai disitu, si Pusi berbalik arah dan mengejar kecoa yang berlari ke arah buku. Habislah buku saya dicakar Pusi yang mencari kecoa. Kejadiannya benar-benar secepat kilat, saya masih syok buku jatuh langsung berlanjut ke kejadian berikutnya. Saya belum sempat mengambil buku tersebut eh sudah terkoyak karena Pusi  mencakarnya. 

Saya menangiiiis  😭😭

Tapiii,,,,ya mau bagaimana lagi ibaratnya nasi sudah menjadi bubur. Buku komik saya sudah basah dan sobek pula. Kalau kata lagu Ahmad Dani sih “hancur hatiku mengenang dikau, jadi keping-keping setelah kau…” lanjutkan sendiri deh….

Apa yang tersisa dari buku saya yang basah dan sobek ini? Yang tertinggal hanyalah pembatas buku sebagai alat bantu saat membaca buku agar tanda halaman yang sedang saya baca tidak hilang. Hiks sedih banget yaaaa.

Petuah Ibu Tentang Cara Merawat Buku

Ibu tergopoh-gopoh berlari dari dapur menuju ruang tengah tempat saya sedang makan pagi. Ibu berdiri mematung melihat air minum beserta gelasnya tumpah ke lantai berserakan dan buku basah kuyup tersiram air. Sejurus kemudian ibu mengalihkan pandangan. Beliau menatap tajam ke arah saya. Hening…….

Duuuh,,,,,kayaknya ibu marah deh.

Tanpa basa basi dan berpanjang kata, ibu menyuruh saya untuk membersihkan tumpahan air dan buku yang basah agar dijemur agar kembali kering. Saya menurut saja pada perintah ibu karena sadar sesadar sadarnya kalau saya salah.

Ibu meminta saya segera berangkat ke sekolah. Beliau sama sekali tidak berkomentar apapun terkait insiden ini. Saya segera bergegas pergi ke sekolah, meskipun pikiran belum tenang karena masih takut sama ibu. 

Sore harinya, saat saya sedang duduk di teras, ibu membawa buku Asterix yang tadi pagi basah terkena tumpahan air. Ternyata bukunya sudah kering tidak basah lagi. Lalu ibu duduk di samping dan langsung memeluk saya dengan erat. 

Ibu bertanya bagaimana perasaan saya hari ini? Saya pun menjawab bahwa perasaan saya hari ini tidak begitu baik karena masih merasa sedih dan sekaligus merasa bersalah karena sudah membuat buku menjadi rusak. Ibu bertanya lagi, apa yang akan kamu lakukan sekarang?

Saya menatap ibu dan bilang pada ibu bahwa saya ingin memperbaiki buku yang tadi kena basah agar bisa dibaca kembali. Ibu kemudian mengajak saya untuk bersama-sama memperbaiki buku yang sudah robek tadi sehingga akhirnya menjadi bisa dibaca kembali. Yaa meskipun tidak kembali mulus seperti sedia kala , tapi setidaknya bisa saya baca dengan nyaman.

Ibu mengajari saya cara merawat buku. Kata ibu buku itu tidak boleh hanya digunakan saja tapi saya juga harus merawatnya dengan baik agar umurnya panjang dan awet. Lalu ibu memberi beberapa tips cara merawat buku dan ternyata tips nya sangat berguna dan masih saya gunakan hingga saat ini. 

Menyampul Buku

    Kalau kamu mau bukunya awet, pliss deh kasih sampul yaa bukunya. Sampulnya sampul plastik biar gak tembus air atau jika ada makanan yang tumpah akan relatif tetap aman. Sampul plastik buku sudah banyak tersedia di toko buku dengan berbagai jenis. 

    Sampul  buku itu ada yang tinggal pasang saja dan nempel ke buku tapi ada juga yang harus menggunakan lakban agar bisa menempel ke buku. Keterampilan menyampul buku itu memerlukan latihan lho agar bisa dilakukan dengan baik dan rapi.

    Memberi pembatas 

      Naah, jangan lupa memberi pembatas buku saat kamu sedang membacanya. Pembatas buku itu sangat berguna sebagai penanda di halaman berapa kamu sedang membaca buku. Jika tidak menggunakan pembatas kamu bisa saja lupa sudah halaman berapa bacaan kamu. 

      Please,,,jangan sesekali melipat halaman buku yaa sebagai penanda halaman yang sedang kamu baca yaa karena itu bisa merusak lembar kertas. Kalau kamu melipat halamannya maka peluang kertasnya sobek dan rusak akan semakin besar.

      Shelving Dengan Benar

        Cara menyimpan buku harus hati-hati agar tidak mudah rusak. Naah, cara terbaik menyimpan buku adalah dengan posisi berdiri dan punggung buku menghadap ke luar. Jadi tidak menumpuk yang hanya akan membuat buku menjadi cepat rusak. Selain itu juga kalau posisinya menumpuk maka saat kamu mengambil buku jadi agak susah lho. Beda halnya saat buku dalam posisi berdiri maka kamu akan sangat mudah mengambilnya. 

        Simpan di Tempat Teduh

          Kalau kamu punya koleksi buku jangan menyimpannya di tempat yang terkena sinar matahari langsung yaa. Kertas buku saat terkena langsung sinar matahari dia akan mudah menguning dan warnanya akan pudar. Begitu pula dengan sampul buku, jika terkena cahaya matahari langsung maka akan cepat usang.Selain itu, sinar matahari akan merusak lem pada jilidan buku. Naah, sekarang sudah tahu yaa mengapa sinar matahari itu bukan sahabat buku. 

          Beri kamper

            Naah, kalau kamper ini fungsinya adalah untuk menghindari binatang mendekat ke koleksi buku. Kamper di rak buku bermanfaat untuk membantu mengusir serangga kecil seperti ngengat, semut, atau kecoa kecil yang bisa merusak buku, sekaligus mengurangi bau apek karena rak yang lembap atau jarang dibuka. 

            Selain itu, kamper tuh juga bisa membantu menjaga area rak tetap terasa lebih segar dan tidak terlalu pengap. Tapi sebaiknya kamper jangan ditaruh langsung menempel ke buku, karena bisa meninggalkan noda atau bau yang terlalu menyengat. Cukup letakkan di wadah kecil di sudut rak, dan pastikan jauh dari jangkauan anak-anak atau hewan peliharaan. Oh iya kalau kamu tidak suka kamper bisa juga menggunakan silica gel sebagai penggantinya yaa. 

            Jangan Membawa Buku Saat Makan atau Minum

              Naah, jadi nasihat ibu tentang cara merawat buku adalah jangan membawa buku saat melakukan aktivitas makan dan minum. Mengapa? Karena akan mengurangi fokus kamu saat makan. Jadi kalau kata ibu sih, makan ya makan saja dan membaca buku yaa tetap lah fokus hanya membaca buku saja. Kerjakan keduanya satu-satu. Selain mengurangi fokus juga yaa itu tadi menghindari peluang buku kena tumpahan makanan dan minuman karena apapun bisa terjadi. 

              Pilih Rak Buku Berkualitas

                Tempat untuk menyimpan koleksi buku harus benar-benar dipilih dengan baik. Mulai dari jenis bahan dan kualitasnya. Kalau menurut saya memilih bahan material terbaik untuk rak buku bukan urusan main-main karena akan mempertaruhkan masa depan buku lho. Kalau sembarangan memilih bahan material rak buku bisa-bisa buku jadi rusak

                Jika rak buku menggunakan bahan kayu maka pilih bahan kayu kuat dan kokoh, jika perlu disuntik anti rayap biar kayunya tidak keropos. Bahan lain yang bisa kamu pilih adalah logam, besi atau stainless. Ketiga bahan ini umumnya lebih awet. 

                Penutup

                Petuah ibu tentang cara merawat buku benar-benar bermanfaat bagi saya. Tips nya saya gunakan seumur hidup karena ternyata saya memiliki banyak buku di rumah. Semoga artikel saya bermanfaat buat kamu semuanya yaa. Terima kasih sudah membaca artikel saya.

                Recommended Articles

                Leave a Reply

                Your email address will not be published. Required fields are marked *