Suatu waktu di tahun 2017 saat saya mengikuti lomba GTK Berprestasi tingkat Jawa Barat, saya mengenal Bapak Suherman. Beliau adalah salah satu juri dalam lomba tersebut. Dari sinilah saya mulai mengenal beliau dan juga buku-buku karangannya.
Salah satu bukunya adalah Mereka Besar Karena Membaca. Pada tahun 2023 saya baru memiliki buku ini. Sudah lama sih menghiasi lemari buku dan sudah saya baca juga. Nah yuuk, saya ajak kamu untuk membaca review buku Mereka Besar Karena Membaca
Penulisnya Pustakawan Lho
Suherman adalah seorang pustakawan di Badan Riset dan Inovasi nasional (BRIN). Dulu namanya adalah LIPI, namun kemudian berganti istilah menjadi BRIN. Beliau bukan saja sebagai seorang pustakawan biasa namun banyak prestasi sudah ia raih. Mulai dari Juara Pustakawan Berprestasi Tingkat Jawa Barat.
Tidak puas sampai disitu, Pak Suherman juga menjadi Pustakawan terbaik tingkat Asia Tenggara dengan meraih medali emas Congress of Southeast ASia Librarians (CONSAL) Merit Award.Banyak buku yang sudah ia tulis salah satu diantaranya adalah buku yang saya akan review di tulisan ini, yaitu Mereka Besar Karena Membaca.
Detail Informasi Buku
Buku ini hadir dengan sampul hard cover sehingga lebih kokoh dan kuat. Sampul berwarna abu-abu perpaduan hitam dan dilengkapi oleh foto-foto beberapa tokoh. Tokoh yang muncul fotonya di sampul buku merupakan sosok yang penulis ceritakan di dalam buku.
Berikut Detail Informasi buku:
Judul: Mereka Besar Karena Membaca
Pengarang: Suherman
Penerbit: Geliat Gemilang Abadi
Deskripsi Fisik: viii;456 halaman
ISBN: 9786235590271
Cover: Hard cover
Mengenal Tokoh Besar Suka Membaca
Buku Mereka Besar karena Membaca berisi sembilan belas tokoh yang hobi membaca. Mulai dari tokoh di masa lalu tepatnya masa kerajaan yaitu Diponegoro hingga ke tokoh masa kini seperti Elon Musk.
Dari para tokoh tersebut kita bisa belajar bahwa mencintai buku dan kegiatan membaca adalah sebuah langkah untuk membuka pengetahuan dan peradaban. Orang-orang besar memiliki banyak pengetahuan dan wawasan luas. Semua itu bisa didapatkan dari aktivitas membaca. Tokoh-tokoh besar yang ada di dalam buku ini menjadikan membaca sebagai kebutuhan pokok dalam hidupnya.
Bahkan seorang kejam seperti Fir’aun dalam sejarah disebutkan bahwa ia memiliki dua puluh ribu buku untuk menopang rezimnya dnegan berbagai pengetahuan. Presiden Amerika ketiga Thomas Jefferson mengatakan bahwa “Saya tidak bisa hidup tanpa Buku” . Hampir seluruh Presiden Amerika Serikat membuat buku otobiografi sebagai bukti cinta pada budaya membaca.
Nilai-Nilai Kehidupan Dari Tokoh-Tokoh Besar Suka Membaca
Dari sembilan belas tokoh penting yang dikupas dalam buku Mereka Besar Karena Membaca ini, ada beberapa nilai penting yang bisa kita ambil sebagai bekal dalam kehidupan. Tentang bagaimana mereka membangun budaya dan kebiasaan baik dalam hidup dan bagaimana mereka belajar mengetahui hal-hal baru.
Spirit Membaca Tidak Pernah Usai
Pangeran Diponegoro menulis buku biografi yang berjudul Babad Diponegoro selama diasingkan di Manado dari tahun 1831 hingga 1832. Semangat untuk terus mencari ilmu secara otodidak sangat memberi pengaruh pada keluasan wawasan pengetahuannya. Diponegoro tidak menempuh pendidikan formal namun spirit membacanya tidak pernah usai. Kegemarannya membaca berbagai ragam sumber bacaan menjadikannya memiliki keilmuan mumpuni.
Perempuan Jangan Lelah Belajar
Dua tokoh perempuan Indonesia ada dalam buku ini. Mereka adalah RA. Kartini dan R.Dewi Sartika. Kedua pahlawan wanita Indonesia ini memperjuangkan emansipasi wanita agar bisa membaca dan menulis serta tidak diinjak oleh kaum laki-laki.
Melalui perjuangan mereka berdua, perempuan Indonesia bisa setara dengan kaum laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan, pekerjaan dan berkarya. Kartini sangat bersemangat belajar bahasa karena dia sangat ingin membaca buku-buku asing dalam bahasa aslinya.
Jalan literasi dipilih oleh Dewi Sartika melalui kegiatan sasakolaan. Dewi mendidik anak-anak dengan kegiatan edukatif sebuah metodologi pendidikan yang menyenangkan buat anak-anak. Dewi Sartika juga mendirikan Sekolah keutamaan Wanita.
Di sekolah ini Dewi Sartika mengajari wanita untuk menjadi terampil dan memiliki pengetahuan agar bisa mendidik anak-anaknya dengan baik. Selain itu Dewi juga mendidik para wanita agar tidak tergantung suami dengan mengajari berbagai keterampilan.
Jadi pesan penting dari mereka berdua adalah jangan lelah untuk belajar wahai kaum perempuan. Perempuan berhak maju dan menjadi pintar berpengetahuan tinggi.

Terampil Menulis dan Public Speaking Lewat Membaca
Kalau kamu ingin pandai menulis dan berbicara, tirulah Soekarno yang gila membaca. Ketertarikan Soekarno kepada buku tumbuh subur saat ia merantau ke Surabaya dan berguru pada HOS. Tjokroaminoto. Dengan membaca banyak sekali buku, akhirnya Soekarno memiliki pengetahuan yang luas. Isi kepalanya penuh dengan berbagai macam pemikiran.
Bekal pengetahuan ini adalah pondasi dasar dalam mengembangkan keterampilan menulis. Soekarno pandai sekali menulis. Selain itu, beliau pun pandai orasi disebabkan oleh buku-buku bacaannya. Selain itu beliau juga belajar dari gurunya Tjokro dalam cara berbicara.
Disiplin Pada Jadwal Membaca
Kesukaan pada membaca harus bertumbuh dari sebuah pembiasaan. Disiplin pada pembiasaan waktu membaca yang sudah ditetapkan oleh diri kita sendiri. Bung Hatta , beliau disiplin dalam menaati jadwal membacanya yaitu setiap malam jam tujuh hingga jam dua belas malam.
Bertahun-tahun sepanjang hayatnya beliau menaati jadwal membaca serta belajar secara disiplin. Sehingga kecintaan terhadap membaca tumbuh subur dalam dirinya. Ada sebuah kisah menarik dalam buku ini , yaitu saat Hatta akan diasingkan ke Boven Digul beliau membawa enam belas peti berisi buku-buku dengan ukuran masing masing oeti adalah seperempat meter kubik. Waah luar biasa.
Dari Ruang Penjara Lahir Karya besar Karena Membaca
Banyak tokoh-tokoh pergerakan bangsa mendekam dalam penjara saat masa penjajahan. Mulai dari Soekarno, Hatta, Hamka, Pramoedya Ananta Toer, Tan Malaka dan masih banyak lagi. Mereka semua menghabiskan waktu di penjara dengan membaca dan menghasilkan karya.
Tafsir Al Azhar adalah karya fenomenal Hamka yang dilahirkan saat beliau dipenjara. Begitu pula dengan Pramoedya Ananta Toer yang menulis buku Tetralogi Buru saat beliau diasingkan ke Pulau Buru.
Keadaan yang sulit dan berbagai penderitaan yang dialami selama dalam penjara tidak pernah menyurutkan tekad dan semangat untuk terus membaca bahkan hingga menghasilkan sebuah karya lewat tulisan-tulisannya.

Membaca Gerbang Kesuksesan
Setelah membaca buku Mereka Besar Karena Membaca , saya bisa menarik satu kesimpulan lainnya yaitu sukses bisa ditempuh karena suka membaca bahkan tanpa harus menamatkan sekolah sekali pun. Disini saya bukan hendak membenarkan bahwa sekolah itu tidak penting, tapi ada satu benang merah yang bisa saya ambil antara kesukaan membaca dan keberhasilan dalam hidup.
Ajip Rosidi, adalah salah satu contohnya. Beliau tidak memiliki ijazah perguruan tinggi karena memutuskan untuk tidak menyelesaikan kuliahnya, namun keyakinan bahwa dengan minat baca yang bagus niscaya akan berhasil.
Maka dengan keyakinan tersebut, Ajip Rosidi menjadi sastrawan terkenal di tatar sunda hingga menjadi dosen. Dengan bekal kesukaan pada membaca , Ajip Rosidi bisa melangkah di dunia akademik.
Trilogi Kesuksesan Elon Musk
Siapa yang tidak kenal Elon Musk? Pengusaha terkenal di dunia pendiri perusahaan mobil Tesla dan sederet bisnis lainnya. Beliau memiliki tiga formula kesuksesan yaitu memiliki mimpi, literasi membaca yang kuat dan memiliki inovasi. Naah kaan ternyata Elon Musk itu suka membaca.
Dalam sehari Elon menghabiskan waktu sepuluh jam untuk membaca dan menghabiskan dua judul buku dalam sepekan. Elon adalah penyuka buku ilmiah, fiksi dan komik dan berbagai macam jenis buku lainnya. Kereen yaa, kamu mau kereen seperti Elon Musk? Yuu tiru salah satu hobinya yaitu membaca
Penutup
Setelah membaca buku Mereka Besar karena Membaca, saya semakin yakin bahwa membaca itu penting. Tokoh-tokoh besar dan sukses mereka suka membaca. Orang sukses mereka memiliki kecerdasan literasi. Literasi adalah bekal penting seumur hidup. Terus gimana kalau tidak punya uang untuk membeli buku? Kamu bisa memanfaatkan perpustakaan dengan meminjam buku disana.
