Sebagai manusia yang memiliki hati dan perasaan, seringkali saya tuh lupa kalau diri sendiri juga punya raga dan jiwa yang harus disapa. Terkadang saya terlalu fokus pada hati dan perasaan orang lain sampai lupa kalau diri sendiri juga punya hati yang perlu diperhatikan.
Sikap tidak enakan dan memberi ruang bahagia pada orang lain sering saya anggap lebih penting daripada menyehatkan jiwa kita sendiri. Sibuk merawat orang lain sampai lupa merawat diri sendiri.
“Kita harus mengambil jeda dan menyadari jika tidak menjaga diri sendiri, kita tidak akan berguna banyak bagi orang yang kita cintai” Joshua J. Mark (Halaman 65)
Padahal saya ingat betul apa yang dr. Jiemi Adrian katakan dalam bukunya Love My Self, beliau mengatakan bahwa salah satu syarat agar manusia bisa menyebarkan cinta dan kebahagiaan bagi orang lain adalah diri sendirinya harus bahagia terlebih dahulu. Cinta dan kasih sayang tidak akan bisa tersampaikan dari orang yang belum selesai dengan kebahagiaan dirinya sendiri. Bagaimana bisa bahagia jika tidak memiliki waktu untuk diri sendiri?
Pekan ini saat saya membaca buku yang berjudul Waktu Untuk Diri Sendiri karya Amy Newmark. Setelah membacanya, saya makin tersadarkan bahwa merawat diri sendiri dan menyeimbangkan hidup itu sangat penting bagi setiap individu. Buku ini merupakan salah satu seri Chicken Soup For The Soul.

Pikiran, Tubuh dan Jiwa
“Mengenal dirimu sendiri adalah awal dari semua kebijaksanaan” Aristoteles (Halaman 5)
Hidup dengan penuh kesibukan hingga tidak pernah tahu cara menikmati hidup. Coba deh sesekali hidup tanpa target-target pekerjaan, tidak usah berkejaran dengan apa yang namanya deadline. Bayangkan, bahkan saat melakukan sesuatu yang kamu suka dan cintai pun masih harus menanamkan ke dalam pikiran tentang sebuah pekerjaan.
Kamu hobi membaca, tapi masih saja memasukkan pikiran-pikiran bisnismu itu hingga kamu hanya fokus memilih berita yang berkaitan dengan hal tersebut. Cape kan lama-lama. Coba lepaskan hati dan pikiran terhadap hal-hal yang mengekang itu.
Saat membaca yaa bacalah apa yang kamu mau tanpa memasukkan kepentingan apapun. Hanya membaca. Titik……
Luangkan waktu untuk menikmati setiap hal yang kamu lakukan dengan lebih santai.
Manusia itu hobi mengeluh, kamu percaya gak? Kalau saya sih percaya karena buktinya adalah diri sendiri. Tapi dari sebuah cerita indah tentang mengeluh, saya bisa menemukan cara untuk pulang ke dalam diri.
Kita bisa mengeluh bahwa bunga mawar memiliki duri. Kita juga bisa bersyukur karena duri itu memiliki bunga mawar. – Alphonse Karr (Halaman 19)
Mengeluh kepada orang hanya akan menambah keluhan dan beban pikiran. Sebuah ide terbersit di kepala, mengapa tidak menyampaikan keluhan pada sebuah tulisan di jurnal. Mengeluh sekeras apapun kalau menumpahkan di buku jurnal tidak akan ada yang menghakimi.
Emosi tersalurkan, pikiran bebas, jiwa pun tenang tanpa ada yang dirugikan dengan keluhan yang keluar dari mulut. Itulah cara merawat diri dan menyeimbangkan hidup.
“Hidup itu sangat berharga, hadirlah di sini, di momen ini dan biarkan masa depan mengurus dirinya sendiri” Pesan capung pada Pikiran, Tubuh dan Jiwa untuk bisa menemukan waktu untuk diri sendiri.
Anda dan Daftar Kegiatan
“Aku belajar untuk memperlakukan diriku dengan baik. Aku memulai hari dengan meditasi dan mengakhirinya dengan bersyukur” Ann Marrow Halaman 45
Melepaskan diri dari beban berat dan kegiatan berlebihan akan membawa diri kepada sebuah kelapangan jiwa dan pikiran. Belajar melepaskan tidak semua harus kamu capai bukan? Lepaskan saja, lakukan semampumu. Itu adalah cara terbaik menemukan waktu untuk diri sendiri.
Manusia dengan sederet kegiatan hanya akan memberi beban. Meskipun kegiatan tersebut kelihatannya seperti untuk mencintai diri sendiri.
Seperti kata Me Time tapi dengan berderet kegiatan mulai dari ke salon, perawatan, terus hang out bersama teman. Tetap saja itu adalah seabrek kegiatan membebani tubuh dan jiwa. Ada kecewa jika tidak tercapai targetnya.
Memperlakukan diri sendiri dengan baik adalah dengan tidak memaksakan segala sesuatu bisa kita kerjakan. Tidak ada salahnya mengambil jeda dari hiruk pikuk kegiatan yang menyergap. Tidak melakukan apapun itu menenangkan dan bisa melihat mendengarkan dan merasakan lebih banyak.
Temukan kegiatan yang benar-benar bermakna dan memiliki arti dalam hidup kamu. Saat kamu sudah menemukannya maka kamu akan menemukan waktu untuk dirimu sendiri, untuk merawat dirimu.

Meminta Bantuan
Manusia itu bukan makhluk sempurna, ada sisi lebih dan kurangnya. Pada suatu titik kehidupan pasti akan memerlukan bantuan orang lain. Dalam buku Waktu Untuk Diri Sendiri saya menemukan satu bab yang berisi kisah-kisah tentang menerima bantuan sebagai salah satu cara merawat diri.
Manusia itu kan makhluk sosial yaa, jadi gak mungkin bisa hidup sendiri pasti akan membutuhkan orang lain. Banyak hal-hal yang mungkin sudah dilakukan di dalam rumah dan ini ternyata adalah perwujudan dari sebuah bantuan.
Berbagi peran dalam rumah sendiri adalah salah satu bentuk nyata dari meminta bantuan. Semua anggota keluarga memiliki tanggung jawab masing-masing hingga kelelahan tidak menumpuk di satu pundak saja. Semua bahagia dan akhirnya bisa memiliki waktu untuk merawat diri.
Terkadang seringkali saat seseorang memutuskan untuk menerima bantuan akhirnya menyadari sesuatu. Ternyata, hal itu sangat menyenangkan dan membantu menemukan waktu untuk melakukan sesuatu yang ia sukai.
Ada sebuah kisah menarik, yaitu saat Wendy Kennar salah satu kontributor penulis dalam buku ini memutuskan melakukan pedicure. Semua itu karena penyakit autoimun yang membuatnya tidak bisa melakukan hal itu sendiri. Namun justru saat menerima bantuan tersebut, dia menemukan kebahagiaan baru.
“Aku sadar aku telah melewatkan sebuah kesempatan berharga. Pedikur tidak hanya tentang kaki. Selagi duduk disana, aku mendapatkan sebuah hadiah berharga, yaitu waktu untuk membaca” Wendy Kennar (Halaman 97)
Bukan sebuah hal yang memalukan atau menunjukkan kekurangan saat meminta bantuan. Berbagi itu bisa meringankan dan memiliki waktu untuk diri sendiri.


Pencarian Diri
Untuk apa mengejar sesuatu yang sudah tidak ingin bersamamu. Kamu terlalu berharga untuk sebuah angan-angan semu. Bangkit bukan untuk orang lain tapi untuk diri sendiri.
“Hormatilah, cintailah dan hargailah diri anda. Ingatlah untuk selalu berbuat baik kepada diri sendiri dengan merawatnya. Stephanie Lahart. (Halaman 125)
Saat seseorang melalui sebuah rasa sakit atau duka mendalam pasti susah move on. Berbagai kegiatan bisa memberikan jalan untuk menemukan kebahagiaan dalam diri. Semua kegiatan yang dilakukan berawal dari mendengarkan jiwa dan pikiran serta mengikuti kata hati.
Bukan Egois Tapi Memang Butuh
Sebenarnya saat seseorang berfokus pada dirinya bukan berarti itu adalah sikap egois. No..no…sama sekali bukan begitu deh konsepnya. Justru merawat diri itu untuk menemukan kebahagian diri. Jiwa dan pikiran yang bahagia akan menebarkan rasa bahagianya ke lingkungan sekitar dan orang terdekat serta keluarganya.
“Mencintai dirimu sendiri, merawat dirimu sendiri, dan memprioritaskan kebahagiaan bukanlah sesuatu yang egois. Itu adalah sebuah kebutuhan – Mandy Hale. (Halaman 187)
Pandangan Saya Terhadap Buku Waktu Untuk Diri Sendiri
Seri Chicken Soup for The Soul memang ada banyak series. Salah satu series nya adalah buku yang saya baca ini. Dalam buku ini memuat banyak kisah inspirasi tentang bagaimana seseorang menemukan cara untuk merawat diri dan menyeimbangkan hidup.
Kisah-kisah yang menyadarkan saya bahwa waktu untuk diri sendiri itu penting. Kisah-kisah yang dituturkan sepenuh hati oleh para penulisnya. Saat membaca buku ini saya menemukan benang merah dari banyak cerita di dalamnya. Rata-rata penulis memilih membaca untuk mengisi waktu untuk diri sendiri. Yaa,,,membaca adalah sebuah habit yang baik dan dipilih banyak orang.
Saya merekomendasikan buku yang sedang saya baca ini untuk kamu baca juga. Total ada seratus satu kisah dalam buku ini, itu artinya ada sebanyak itu pula inspirasi bermakna yang bisa saya ambil dari buku Waktu Untuk Diri Sendiri. Tulisan ini belum selesai, masih akan ada sambungannya di bagian selanjutnya.

Setiap orang memang butuh waktu untuk diri sendiri alias me time untuk bersantai dan juga untuk memahami diri sendiri. Buku ini sepertinya bagus banget dibaca saat santai menikmati me time atau bisa juga saat rehat sejenak dari kegiatan sehari-hari yang hectic. Setelah baca artikel ini, buku ini akan masuk dalam buku pengembangan diri yang akan kubaca nanti. Terima kasih reviewnya kak.
Jadi pengingat halus kalau istirahat dan punya waktu untuk diri itu bukan egois tapi bentuk cinta ya Mba
Tulisan yang hangat, Teh. Saya jadi diingatkan kalau sesekali berhenti sejenak itu bukan berarti menyerah, tapi memberi kesempatan pada diri sendiri untuk bernapas. Kadang kita terlalu sibuk menjadi baik untuk orang lain sampai lupa pulang ke diri sendiri.
kalau saya tangkap intinya, bukunya gak hanya tentang self-love tapi juga setting boundaries ya mba. i feel you sebagai “mantan” people pleasure kronis, hehe. tapi sekarang gak lagi, alhamdulillah. setelah lebih setting boundaries sebagai wujud self-love, hidup beneram terasa lebih tenang, damai dan bahagia. dan bener, bisa spread happiness dengan orang lain juga tanpa ada tuntutan apapun, termasuk kalau lagi gak pengen, ya gak, kalau gak mau, ya gak, kalau gak bisa, ya udah sih. energi jangan dibuang jika diakhri dengan sesal dan keluhan.
btw, bagus banget bukunya, bisa dijadiin referensi buat yang masih galau dengan gimana cara mencintai diri sendiri. saya suka apalagi saya tahu buku-buku chicken soup for the soul, emang bagus bagus. good recommendation mba!
Btw, baca-baca buku seperti ini penting banget biar kita juga bisa apresiasi untuk diri sendiri, me time, self reward dan lain sebagainya.
Sejak tervonis pada salah satu area di tubuh ini, saya juga akhirnya mulai tegas, sabtu-minggu untuk keluarga dan saya. Senin baru untuk pekerjaan lagi. Begitu juga jika sudah lewat jam 5 sore, pekerjaan bisa untuk besok lagi hehehe
Jadi ingat, ku punya buku series yang ini. Sudah pernah dibaca tahun lalu. Buku ini bagus, banyak kisah yang inspiratif dan menggerakkan hati serta pikiran. Jadi, semua yang ditulis pada artikel ini bisa dibilang relevan.
Penting untuk memberi waktu bagi diri sendiri. Sebelum berjuang membahagiakan oranglain, semestinya diri sendiri sudah bahagia dan full heart.
Semangat berkarya dan ditunggu tulisan kelanjutan nya.
Mba Heni terima kasih ulasannya, saya di Alpha Woman hampir gak mau minta bantuan orang lain selama ini, ternyata sebuah bantuan dapat membuka mindset bahwa dibantu bukan berarti kita gak berdaya, justru membri kesempatan kepada kita untuk menciptakan ruang yang lebih luas agar energi tetap terjaga dan jiwa tetap terawat.
TOSS Mba, Saya pun sangat menyukai serial Chicken Soup for the Souls
Sama sama teh Ani,,,,,iyaa buku series Chicken Soup for the Souls bagus bagus isinya
quotes pertama nancep banget itu Kak
bermanfaat ini bukunya untuk jadi teman baca yang menginspirasi, karena memang adakalanya kita lupa ya untuk mencintai diri malah sibuk mencintai orang lain huhu
Iyees,,,,sangat bermakna ka Fen
seratus satu kisah yang sangat menginspirasi ya… saya yakin dari semua kisah itu ada yang mirip dengan permasalahan saya
saat sedih, saat hati galau, saat pikiran tidak menentu kadang orang menyepelekan keputusan yang kita ambil
tapi hati sendiri siapa tahu ya, demi kewarasan diri, hal apa saja yang harus kita lakukan…
Iya teh Okti,,,,ceritanya ini dari kisah kisah nyata
Wah sudah lama saya nggak baca seri chicken soup ini. Rasanya dulu pas lulus kuliah lumayan sering baca beberapa bukunya yang isinya memang inspiratif banget dengan berbagai tema.
iyees mbak Antung,,,seris sop ayam hehe
Artikel ini menjadi pengingat yang bagus bahwa menyayangi diri sendiri bukanlah sikap egois, melainkan pondasi agar bisa terus berbagi kebaikan untuk orang lain. Ya terkadang karena alasan gak enak, jadi suka lebih mentingin perasaan orang lain daripada diri sendiri.
tidak bisa berbagi kebaikan pada orang lain jika diri sendiri tidak bahagia. Jadi jangan egois pada diri sendiri
Suka banget sama gaya bertuturmu, Mba. Menyenangkan bisa membaca curhatan pengalaman membaca buku Waktu untuk Diri Sendiri. Hangat. Serasa diajak ngobrol berdua, lalu dapat banyak cerita. Seri buku Chicken Soup for Soul pernah hits di era 2000-an kan ya. Rupanya masih ada banyak yang menikmati seri-serinya.
Jujur, aku belum pernah sepenuhnya baca seri ini, Kak. Jadi tertarik.
kisahnya menyentuh mba
Aku relate sekali sama isi artikelnya. Sebagai working mom, kadang kita merasa bersalah saat mengambil waktu untuk diri sendiri, padahal justru itu yang bikin energi kita kembali penuh. Terima kasih sudah mengingatkan kalau self-care bukan bentuk egois, tapi kebutuhan.
terima kasih kembali Mbak Aie
Aduuuh kalimat ini nampol banget sih buat aku, sebegitu relatenya dan lagi kejadian banget hiks…
“Hidup dengan penuh kesibukan hingga tidak pernah tahu cara menikmati hidup. Coba deh sesekali hidup tanpa target-target pekerjaan, tidak usah berkejaran dengan apa yang namanya deadline. ”
pingiiiin banget, cuma leyeh2 ga pake mikir, cuma bengong aja gitu sejenak hahaha
Yuuk leyeh leyeh meski sekejaap hehe
me-time, self-care ini tuh ilmu yang sebenarnya banyak orang tahu tapiii penerapannya tak semudah itu.
Alhamdulillah kondisiku saat ini dapat menjalankan me-time sekali seminggu keluar rumah. Udah coba di dalam rumah tapi tetap ada panggilan dari anak jadi kali ini aku me-time keluar. Benar lho efeknya tangki cinta kita terisi, udah siap untuk menebar cinta bagi keluarga.
Naah kan fokus pada diri sendiri dulu itu agar bermanfaat bagi orang lain
Aku setuju dengan kalimat kakak yang kurang lebih bilang kalau mau membahagiakan orang lain maka diri sendiri harus bahagia terlebih dahulu. Beneran sih aku rasakan. Kita butuh jeda dengan menepi agar bisa kembali beraktivitas dengan energi penuh
yuups betul banget ya kaak
Setuju kita perlu waktu untuk merawat diri sendiri, agar lebih mencintai diri sendiri, mengenali dan mengerti sehingga apa yang diberikan Tuhan sebagai titipan ini bisa disyukuri. Membawa pada keseimbangan dan kebahagiaan ya. Buku serial Chicken Soup for The Soul ini memang menginspirasi, membuat kian menghargai moment untuk self love.
Iya memaknai arti kata bahagia seutuhnya