Kelana Rasa Nusantara: Buku Antologi  Kuliner

buku antologi kuliner

Saya memiliki cita-cita saat menulis artikel di blog, ada juga tulisan dari blog yang saya angkat ke dalam sebuah buku. Akhirnya kesempatan itu datang juga di tahun 2026 ini. Saat Komunitas Pondok Antologi Penulis Indonesia (PAPI) mengadakan projek menulis buku antologi dengan tema kuliner. 

Buku yang berjudul Kelana Rasa Nusantara buku antologi kuliner  merupakan buku antologi saya ke dua di tahun ini. Buku pertama saya tahun 2026 juga adalah sebuah buku antologi yang berjudul Indahnya negeriku

Naah, berhubung buku pertama sudah saya ulas di blog satu lagi. Jadi disini saya akan mengulas buku Kelana Rasa Nusantara. Sebuah buku antologi yang mengulas tentang makanan…mmmhh yummy,,,dijamin deh kamu bakalan lapeer pas membaca buku ini. 

Detail Buku

Sebelum saya bahas isi bukunya, ada baiknya kita bahas detail buku yang saya tulis bersama teman-teman di PAPI. 

Judul Buku: Kelana Rasa Nusantara

Genre: Antologi Non Fiksi

Penyunting: Annie Nugraha

Penulis: Annie Nugraha, Wiwi Yuningsih, Tea Terins, Raihana Mahmud, 

Heni Hikmayani Fauzia, Ifah Arthur, O’ik Moehadie.

Penerbit: Annie Nugraha Mediatama

Tempat Terbit: Bekasi

Cetakan: Pertama

Deskripsi fisik 147p;20 cm

Dari Traveling ke Kuliner

Setiap perjalanan kerap kali memberikan pengalaman pada individu masing-masing. Berbagai tempat indah bisa disinggahi. Begitu pula dengan beragam kuliner di tiap daerah tersinggahi. Rasanya di setiap perjalanan pasti akan selalu ada pengalaman kuliner deh. 


Sehingga tidak salah kalau dikatakan bahwa kegiatan berkelana ke berbagai tempat bisa menjebak kita pada rasa yang mampir ke indra pengecap para penulis buku Kelana Rasa Nusantara. 

Maka dari sanalah pula buku ini akhirnya diberi judul seperti tersebut di atas. 

Indonesia Negeri Kaya Rasa Dari Beragam Budaya

Indonesia dengan jumlah provinsi tiga puluh tiga  memiliki kekayaan kuliner sangat beragam. Dari satu jenis makanan saja bisa melahirkan banyak resep. Semua itu tergantung dari daerah mana jenis kuliner ini berasal. 

Seperti yang diulas oleh Mbak Raihana Mahmud tentang jenis kuliner rujak. Dari satu kata rujak saja bisa melahirkan berbagai jenis resep yang berbeda sesuai dengan asal daerah masing-masing. 

Rujak di Aceh berbeda dengan jenis rujak di daerah lain. Benar juga yaa dengan kekayaan budaya di Indonesia maka dari satu jenis kuliner saja bisa melahirkan variasi resep yang dipengaruhi oleh budaya dan kebiasaan daerahnya masing-masing. 

Begitu juga dengan gado-gado, seperti diulas oleh Mbak Ifah. Beliau memunculkan kuliner khas lokal nusantara ini setelah berkelana ke daerah Ibukota Jakarta. Gado-gado sangat populer di daerah Jakarta. Naah, uniknya jenis kuliner ini ada juga di daerah Jawa Tengah dengan nama yang berbeda yaitu pecel dan lotek di Jawa Barat.  

Sembilan Rasa dari Sembilan Perjalanan

Buku Kelana Rasa Nusantara berisi tujuh penulis perempuan yang mengisahkan tentang petualangan kuliner dalam setiap perjalanan. Dari tujuh penulis ini, terkumpul kisah tentang sebuah rasa makanan dari berbagai daerah di Indonesia. Dari Tidore di ujung timur hingga Aceh di Barat Indonesia. 

Beragam kuliner tersaji dari perjalanan yang menyertai ke daerah tersebut. Ada Mbak Annie Nugraha yang bercerita tentang sate Maranggi Sari Asih Cipanas, perjalanan ke Pontianak dan singgah ke RM 999 Ayong Pontianak. Kisah Mbak Wiwi saat pergi ke Serang dan berkenalan dengan kuliner penganan khas Cilegon.

Terus bagaimana dengan Saya? Dalam buku Kelana Rasa Nusantara saya mengangkat satu makanan khas dari kampung halaman saya yaitu Surabi. Dah laah memang surabi itu makanan yang wajib saya nikmati kalau pulang ke Majalengka. Betul adanya bahwa dalam setiap perjalanan selalu ada dua hal yang bisa saya temui, yaitu sebuah tempat dan sebuah destinasi kuliner. 

Pada prinsipnya manusia itu kan gak bisa hidup kalau tidak makan. Jadi kuliner adalah sebuah keniscayaan saat menempuh perjalanan. Destinasi wisata dan kuliner itu bagai dua sisi mata uang yang saling bertaut satu sama lain. Jadi tidak bisa terpisahkan yaa. 

Ibu O’ik Moehadie bercerita tentang Soto Kudus. Nikmatnya semangkok Soto Kudus dalam judul artikelnya Kaya Rempah dan Tumpah Rasa. Begitu detail bercerita tentang makanan yang satu ini mulai dari sejarah hingga ke penyajiannya. Pas mantap deh pokoknya…

Bagaimana Sebuah Buku Dapat Menggugah Rasa?

Salah satu kelebihan dari buku Kelana Rasa Nusantara adalah cara penyampaian cerita tentang makanan yang begitu rinci dan jelas. Sehingga pembaca bisa mengetahui deskripsi lengkap mengenai jenis kuliner yang sedang dibahas. Meskipun tidak memakannya secara langsung namun tergambarkan secara jelas. Apalagi dalam setiap cerita dari semua jenis kuliner yang tersaji dalam buku ini selalu menyertakan sebuah foto otentik dari penulisnya. 

Sehingga buku ini benar-benar menggugah rasa dan selera. Semua buku antologi produk PAPI memang selalu unggul dalam sajian foto. Foto makanan dalam buku ini tersaji dalam kertas glossy yang menambah tampilan foto menjadi lebih glowing. Serasa makanan tersebut ada di hadapan saja, bukan ada di dalam halaman buku. 

Seperti foto sate maranggi dalam artikel karya Mbak Annie, masya Allah itu foto sate nya sangat menggoda selera dan seolah nyata. Jadi memang betuul yaa kata teman saya seorang blogger juga yang bilang bahwa foto itu bisa bercerita. Buktinya dari satu foto bisa melahirkan satu artikel yang panjangnya lebih dari satu halaman. 

Duuh yaa, andai saya memiliki pintu Doraemon maka secepat kilat saya akan masuk dan menuju ke daerah-daerah dimana makanan tersebut berasal. Agar saya bisa segera mencicipinya juga. Tidak hanya sekedar cerita dari buku hehehe.

Asyiknya sebuah buku dapat menggugah rasa seperti dalam buku Kelana Rasa Nusantara. 

Sebuah Pandangan Terhadap Buku

Jumlah halaman yang cukup sedikit sekitar 147 halaman sehingga menjadikan buku ini bisa dihabiskan dalam satu kali duduk atau maksimal satu hari selesai deh. Bisa menjadi teman di perjalanan karena tidak terlalu tebal. Selain itu ukurannya juga lebih kecil dari buku lain pada umumnya. Jadi rasanya ringkes aja gitu pas membawa buku ini. 

Oh iya satu lagi, kelebihan buku terbitan Annie Nugraha Mediatama selalu unggul dalam desain layout cover buku  dan penataan warna. Cover buku ini juga cantik deh. Warnanya merah bata dengan gambar ilustrasi makanan yang memikat. 

Begitu pula dengan halaman profil penulis, kertasnya lebih tebal dan glossy. Foto berwarna dari semua penulis dan dibumbui dengan gambar ilustrasi ragam jenis makanan kuliner nusantara. Ah cantik banget selaras dengan foto penulis yang juga cantik cantik heheehe,,tak apa yaa kami memuji diri sendiri sesekali.😆😆

Penutup

Ternyata, kami yang sudah ibu-ibu ini sangat menikmati menulis sebagai media healing dan memberi kebahagiaan. Apalagi saat bukunya tiba di rumah masing-masing, duh senangnya. Yuuk membaca buku Antologi kami yang berjudul Kelana Rasa Nusantara.

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *