Mengapa Memilih Teman Baik Itu Penting?

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup sendirian. Dalam menjalankan kehidupannya manusia pasti membutuhkan seorang teman. Namun, meskipun begitu kamu tidak boleh sembarangan melabuhkan circle terdekatmu. Kamu harus selektif dalam memilih teman. Mengapa? Sebab teman kamu akan memberi pengaruh terhadap kehidupanmu. Teman baik , dia akan membawamu ke arah yang baik dan sebaliknya teman yang buruk dia akan memberi pengaruh tidak baik. Apalagi saat kamu sedang berjuang menuntut ilmu maka sangat penting memilih teman yang baik. 

Ada beberapa alasan yang sebaiknya kamu tahu mengapa kamu harus memilih teman yang baik dalam kehidupan. Saat kamu bertumbuh dari anak-anak ke remaja bahkan dewasa maka lingkaran pertemanan itu seperti maharaja. Apalagi saat diantara kamu dan teman-teman sudah memiliki rasa solidaritas kuat maka akan semakin susah melepaskan diri satu sama lain.  Teman-teman yang setiap hari bergaul dengan kamu, mereka akan ikut membentuk akrakter dan kualitas hidup. 

Teman akan ikut mempengaruhi pola pikir,kebiasaan hidup hingga kesehatan mental. Koq bisa sampai berpengaruh sejauh itu/ Vex King dalam bukunya Good Vibes Good Life mengatakan bahwa saat kamu melakukan interaksi terus menerus dengan orang toxic maka dia akan menyedot energi kamu. Jadi alangkah berbahayanya saat kamu berada di lingkungan dan teman-teman yang salah.

Oleh karenanya memilih teman baik itu penting banget yaa.  Berikut beberapa poin alasan kenapa memilih teman baik itu penting

Sebuah studi kasus yang terungkap dalam sebuah jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora (KANANGA) menyatakan bahwa Sebagian besar siswa SMA yang menjadi sampel penelitian mengalami perubahan perilaku menjadi lebih konsumtif dan hedon setelah bergaul dengan teman-temannya. Interaksi sosial dengan teman sebaya adalah yang paling memberi pengaruh kepada gaya hidup. 

Hal ini sejalan juga dengan  Social Learning Theory yang dikemukakan oleh Albert Bandura . Jadi kalau menurut teori ini manusia itu dalam berperilaku sebagian besar adalah hasil dari mengamati orang lain. Naah, siapa yang paling mudah untuk diamati? Tentu saja lingkungan terdekatnya yaitu teman-temannya. Dalam kontek memilih teman maka saat orang lain yang menjadi pemodelannya memiliki sikap dan karakter tidak baik maka kamu akan meniru yang tidak baik dari mereka. 

Jadi betul yaa dan sejalan banget dengan hadits hasan riwayat Abu Dawud yang saya tulis di atas itu. Artinya bahwa kalau kita sering bergaul dengan teman yang berpikir positif, disiplin, dan produktif, tanpa sadar kita akan ikut meniru kebiasaan itu. Sebaliknya, lingkungan pertemanan yang toxic bisa membentuk perilaku negatif secara perlahan sekaligus menyerap energi positif yang kamu miliki. 

Lingkaran Sosial Membentuk Identitas Diri

Jadi begini deh cara menjelaskan mengapa lingkaran sosial bisa membentuk identitas diri dan merupakan salah satu poin penting mengapa memilih teman itu penting. Saat kamu sudah memiliki kebiasaan baik yang terbentuk dari lingkungan rumah dan di waktu yang sama kamu memiliki teman dengan karakter dan perilaku baik maka mereka akan menjaga karakter kamu tetap baik. Teman-teman baik yang kamu miliki akan menjaga dan membentuk identitas diri kamu dengan baik. 

Bahkan lebih jauh lagi, saat kamu memiliki karakter kurang baik namun kamu memiliki teman-teman baik maka mereka akan mengingatkan kamu dan mengajak kamu untuk  berubah dan meninggalkan kebiasaan burukmu. Sehingga lingkaran sosial pertemanan yang kamu miliki membentuk identitas diri kamu ke arah yang lebih baik.  Identitas seseorang terbentuk dari kelompok sosial tempat ia merasa “memiliki”. Teman bukan cuma tempat ngobrol, tapi juga cermin siapa diri kita. Ketika kita berada di lingkungan yang sehat, nilai dan prinsip hidup kita pun ikut terjaga. Oleh karenanya hati-hati yaa dalam memilih teman. 

Kualitas Teman Berpengaruh pada Kesehatan Mental

Sebuah ikatan pertemanan yang baik seharusnya bisa membawa kamu menjadi lebih sehat dalam segala hal termasuk kesehatan mental kamu. Saat kamu memiliki teman dengan karakter tidak baik atau bahkan toxic maka dia akan membawa dampak buruk terhadap kesehatan psikologis kamu. 

Teman baik bisa sangat berpengaruh pada kesehatan mental karena manusia itu “makhluk sosial.cara kita merasa aman, dihargai, dan dimengerti banyak dipengaruhi oleh relasi dekat. Saat kamu cerita ke teman yang bisa mendengarkan tanpa menghakimi, otak membaca itu sebagai “situasi lebih aman”. Rasa cemas dan tegang biasanya turun karena kamu tidak menanggung beban sendirian. Kamu tenang, rileks dan hal ini sangat berkontribusi terhadap kesehatan mental. 

Kondisi akan berbanding terbalik saat kamu berteman dengan orang yang suka meremehkan, membandingkan, manipulatif, atau memberi tekanan. Kamu bisa-bisa malah akan  stres dan cemas tingkat tinggi. Naah , kalau sudah begini kesehatan mental kamu akan terganggu. Jadi  kualitas teman berpengaruh pada kesehatan mental yaa. Oleh karena itu memilih teman baik itu penting. 

Teman Adalah Salah Satu Lingkungan Sosial yang Menentukan Arah Masa Depan

Lingkungan memiliki peran besar dalam membentuk pilihan hidup seseorang. Teman yang punya tujuan jelas akan mendorong kita untuk berkembang. Sedangkan lingkungan yang stagnan cenderung menarik kita ke zona nyaman yang berlebihan. Kalau kamu orangnya teguh pendirian mungkin aman yaa, tapi kalau kamu orangnya gak enakan, sering mengalah pada orang lain aduuh ini yang bahaya. Kamu akan terbawa ke arah yang tidak baik jika kamu salah memilih teman. 

Teman adalah salah satu lingkungan sosial karena melalui pertemanan kamu tuh melakukan interaksi, belajar berbagai aturan dan nilai dalam lingkungan pertemanan tersebut, serta membentuk cara berpikir dan perilaku. Dalam lingkungan ini, kamu bisa mendapatkan apapun lho, kamu bisa mendapat dukungan emosional, rasa diterima, dan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kerja sama, dan empati. 

Teman juga dapat memengaruhi kebiasaan sehari-hari baik itu hal positif maupun hal negatif. Seperti yang saya bilang di bagian atas artikel ini bahwasanya teman itu memengaruhi pola pikir dan perilaku. Jadi, memilih teman baik itu penting yaa karena pertemanan bukan sekadar hubungan pribadi, tetapi juga “ruang sosial” yang membentuk perkembangan diri.

Jangan Salah Yaaa, Emosi Itu Menular Lho!

Emosi bisa menular layaknya virus. Berada di sekitar orang yang optimis dan berenergi positif bisa meningkatkan mood dan motivasi. Sebaliknya, terlalu sering bersama orang yang negatif bisa membuat kita ikut lelah secara emosional. Kalau kamu berteman dengan orang yang suka mengeluuuh terus nanti kamu jadi ikutan sumpek lho, atau misalnya kamu berteman dengan orang yang suka semangaat menjalani hidup maka energi semangatnya pasti nular ke kamu lho. 

Hubungan pertemanan yang suportif menciptakan rasa aman secara emosional. Teman yang baik bisa jadi sistem pendukung (support system) saat kita stres atau tertekan. Sebaliknya, pertemanan yang penuh drama dan manipulasi justru bisa memicu kecemasan dan kelelahan mental. Ingat yaa , emosi itu menular lho…

Jadi memang benar adanya bahwa memilih teman baik itu penting dan salah satu cara kamu untuk mencintai diri sendiri. Teman yang baik akan membawa kamu ke jalan kebaikan sedangkan teman yang salah akan membawa kamu kepada hal-hal yang buruk. Meskipun misalnya kamu merasa sudah mumpuni dan memiliki pondasi karakter bagus tapi kalau diguyur dengan pengaruh jelek  terus menerus kita tidak tahu kan apa yang akan terjadi. Soo, sebelum terlambat mari ambil langkah yang tepat. 

Referensi bahan bacaan artikel

Darwis, A., Malik, A. R., Burhan, & Marto, H. (2020). Studi kasus teman sebaya dalam pembentukan gaya hidup siswa. Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora, 3(2), 150–160. https://doi.org/10.31539/kaganga.v3i2.1670

King, Vex. (2019). Good vibes, good life: Bagaimana mencintai diri sendiri dapat menjadi kunci pembuka kehebatanmu. Gramedia Pustaka Utama.

Primary Teacher Education Department, BINUS University. (2021, July 8). Implementasi teori belajar sosial dalam pandangan Albert Bandura dan Lev Vygotsky. https://pgsd.binus.ac.id/2021/07/08/implementasi-teori-belajar-sosial-dalam-pandangan-albert-bandura-dan-lev-vygotsky/ (pgsd.binus.ac.id)

Recommended Articles

22 Comments

  1. Nggak bisa dipungkiri sih. Memang ada kalanya, teman itu membawa pengaruh ke kita. Entah itu baik atau buruk. Makanya, memilih teman baik itu penting sekali. Menghindarkan kita dari pengaruh buruk.

    Aku punya contoh nyata di sekitarku soalnya. Aku kenal seseorang yang dulunya baik. Tapi, karena pergaulannya yang nyeleneh, dia jadi keikut, Kak. Kasihan sama orang tua dan saudaranya.

    1. Heni Hikmayani Fauzia
      Heni Hikmayani Fauzia

      Naah kan betul ya mbak Yuni,,,,jadi penting banget milih teman baik itu

  2. Aku selalu kebingungan kalau ditanya soal teman, soalnya punya banyak kenalan tapi yang benar2 berteman bisa dihitung jari. Makin dewasa malah kyk temanku ya suami, anak2 ma kucing haha 😀
    Tapi setuju mbak kalau memilih teman tu pilih yang baik. Begitu pun cara aku filter teman2 anak2ku, karena apa yang mereka bawa tu bakal mempengaruhi hidup anak2 juga. hidup kita juga.
    Walaupun yaaa tetep ada nasihat janagn pilih2 teman, tetapi kalau pertemanan itu merugikan, misal nih temennya toxic, egois, yawda harus berani berkata tidak dan cut hubungan semacam itu, karena menurutku pertemanan tu kudu seimbang. Sama2 baik, sama2 memberi menerima.
    Setuju memilih teman baik artinya mencintai diri kita sendiri.


  3. ​Setuju banget dengan tulisan ini. Memang benar kalau lingkungan pertemanan itu sangat memengaruhi pola pikir dan kebiasaan kita sehari-hari. Terima kasih sudah mengingatkan betapa pentingnya bersikap selektif dalam memilih teman. Karena lingkungan yang kurang kondusif bisa membuat progres diri jadi terhambat.

  4. bener banget, aku sekarang lagi di fase males kalau lingkungan pertemananku toxic, malahan lebih seru kalau ngomongin bisnis, traveling atau pengembangan diri, kalau soal gibah-gibah aku termasuk males banget
    memang memilih atau mencari temen yang baik susah gampang, mungkin pas awal kenal temen baru, dari situ kita memilah mana yang menurut kita baik
    cuman kadang kita kayak ada yg ketipu sama casing, dari luar terlihat baik, ternyata dibelakang ngomongin kita

  5. Memilih teman pastinya menjadi sebuah poin penting ketika kita bersosialisasi dalam masyarakat karena dengan siapa kita mengasosiasikan diri, berkumpul dan juga berteman pastinya akan mempengaruhi setiap langkah dalam hidup kita itulah kenapa berkumpul dengan orang baik sangatlah penting.

  6. Iya, punya teman baik itu penting banget
    Teman baik nggak hanya menemani hari hari kita
    Tapi bisa jadi pengingat untuk selalu melakukan kebaikan bersama

  7. Kalau saya pegangannya adalah teman baik itu juga akan memengaruhi pola pikir dan pola sikap
    Makanya sesering apa bergaul dengan orang yang bersikap Bodo Amat misalnya maka pelan pelan kita juga akan demikian
    Jadi harus benar cari teman sebab nanti di akhirat pun teman baik dan shalih bisa bantu kita masuk surga atau tidak

  8. Aduh, Albert Bandura. Udah lama banget gak denger nama ini. Dulu kenal namanya di mata kuliah Teori Komunikasi.

    Di dalam kitab suci saya ada ayat yang berbunyi, “Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari saudara.” Memang, circle kita akan memengaruhi banyak aspek hidup kita. Kalau kita mau jadi orang kaya, misalnya, bergaullah dengan orang kaya, karena mindset-nya bakal beda banget.

  9. Memilih teman itu memang bisa menentukan nasib dan masa depan kita. Makanya kan orang tua juga berusaha memilih sekolah yang bagus untuk anaknya agar anak bisa mendapat lingkaran pertemanan yng bagus

  10. Teman jadi salah satu faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi kita menjadi baik atau nggaknya juga ya.
    Makanya perlu pandai memilih teman. Kayak kata pepatah, berteman dengan yang suka minyak wangi maka akan ketularan wanginya juga

  11. Setuju sekali Mbak. Wajib sekali memilih teman. Kalau saya yang pasti baik, dan juga sejalan dengan saya. Karena akan memberikan pengaruh yang baik bagi saya juga. Jadi yang tidak Sesuai, langsung saya hindari saja.

  12. Bener banget mbak Heni. Untuk temen ini aku bener² selektif banget. Kadang aku kebanyakan teman malah nggak bisa handle komunikasinya. Bahkan sampe sekarang temen deket cuma empat orang.

    Tapi emang teman yang baik tuh bisa menularkan hal² yang positif. Bahkan ada yang bisa saling menginspirasi satu sama lain. Semoga lingkar pertemanan kita baik semua ya.. 😍😍

  13. Setuju mbak. Memilih teman dan lingkungan yang baik itu penting, tapi perjalanan hidup mengajarkanku kalau teman itu bisa datang dengan sendirinya. Diri kita seperti menarik orang-orang yang satu frekuensi, dan dengan sendiri menjauh dengan siapa pun yang sudah tidak sefrekuensi. Makanya saya juga berpikir, untuk punya teman yang baik, kita juga perlu lebih dahulu menjadi pribadi yang baik.

  14. Setujuuu mbak. Makanya prinsipku tuh ya, isokey untuk kenalan dengan manusia sebanyak-banyaknya. Tapi bertemanlah secukupnya saja. Gak semua orang yang kita kenal, harus menjadi teman kita kok. Bisa juga kita sekedar kenal dan bertegur sapa saja.
    Karena memang lingkungan pergaulan itu punya andil besar banget dalam masa depan kita, bahkan ikut membentuk karakter kita.

  15. Iyaa mbaa pertemanan itu sedikit banyak mempengaruhi karakter kita..aku sendiri secara sadar juga merasakannya…saaat berada di lingkungan yang baik rasanya kita juga ingin seperti mereka berusaha belajar agar bisa semakin baik setiap harinya…
    Dan saat saya merasa berada diantara teman yang tidak memberi kenyamanan maka say akan mengambil jarak,,berkomunikasi seperlunya karena kita juga tidak bisa memotong tali silaturahmi kan..jadi bijak2lah memmilih circle pertemanan 🙂

  16. Setuju sekali dengan tulisan ini.

    Aku termasuk bukti, bagaimana teman itu membawa ke arah. Berani memutuskan memilih teman yang sesuai arah tujuan, akan menentukan prosesnya. Pernah sampai ada yang bilang, kalau aku memilih-milih teman. Aku langsung jawab, mau makan aja kita milih apalagi teman yang sudah banyak bukti, kalau bersama siapa akan menentukan kualitas diri kita.

    Sebuah ungkapan yang selalu aku pegang, ‘beri tahu 5 orang terdekatmu, maka aku akan tahu bagaimana hidupmu dalam 5 tahun kedepan’ dan sampai saat ini, itu benar terbukti. Cara kita berpikir, akan sangat besar tertular dari siapa ajak bicara.

  17. Beneeeeer. Kebukti banget, kalau salah pilih temen, efeknya bisa nular ke kita. Keikut jeleknya. Ada pengalaman 1 temenku , dulu nah terkenal sebagai anak baik, pinter, selalu juara, murid idaman pokoknya mba.

    Eh pas tamat kuliah, pindah ke JKT, ntah dpat temen yg gimana, tapi dia jadi berubah. 😞. Intinya bukan pelajar idaman lagi. Kuliah aja sering bolos. Aku tahu dari mamanya yg msh temenan dengan mamaku.

    Jadi serem sih kalau dari kitanya sendiri ga kuat mental, eh dapat temen yg rusak pula. Udah, Keikut jadinya

  18. aku setuju bangeut sama tulisan teteh , kita mahluk sosial tapi kita juga harus selektip dalam memilih siapa yang menjadi partner , teman atau circle kita. Ujian ketika berteman dengan seseorang seperti kita diuji sama soulmate, dia akan ada ketika benar -benar terpuruk dan jatuh sekalipun , gak jarang teman yang hanya ingin nya satu line saja maunya diperhattikan di bantu dll ah ( aku pernah mengalami hall itu dan setelahnya ku jadi bijak dalam berteman 0

  19. Setuju Kak.. Aku percaya soal memilih teman yang baik itu penting. Aku pernah punya teman yang jujur sampai sekarang masih nggak habis pikir. Padahal aku ke dia percaya dan sesayang itu.. Tapi ternyata ya begitu. Sampai skrang pun kalau diingat cuma bisa elus dada kak. duhh malah curhat.

    Aku bukan tipe yang punya banyak teman. Malah bisa dibilang temanku hitungan jari. Lebih banyak di Game malah. hehe. Aku main game dan gabung grup WA mereka ehh malah entah kenapa cocok. Teman game ku ini rerata lelaki. Meskipun aku diam di grup. tapi entah kenapa cerita mereka ngasih aku wawasan yang cukup luas soal kehidupan.

    Aku senang bisa tahu banyak Blogger. Sayangnya aku telat banget kayanya.. I mean akhir tahun 2o25 baru mulai. hehe. Tapi ya nggak apa deh,,, Better late daripada nggak sama sekali kan..

    Salam kenal yaaa kak….

    1. Heni Hikmayani Fauzia
      Heni Hikmayani Fauzia

      salam kenal kembali kak mochii

  20. Aku dan beberapa teman dekat punya WAG yang namanya “Lawan Dementor” hahaha, yang mulanya dibentuk karena kami sepakat mau nge-cut off teman yang toxic. Sebab kayak yang mbak bilang, mereka ini sangat menyedot energi. Kebayang kan, kalau misalnya jumpa dan ketemu, isinya keluhaaan mulu. Kayak seisi dunia ini salah dan gak berpihak kepadanya. Atau bahkan di level yang gawat, si fulan ini berbuat yang jauh dari adab dan agama. Jadi udah paling bener, semakin tua, gakpapa temen semakin dikit yang penting berkualitas. Jadi, pilah-pilih temen bukan hanya penting tapi juga wajib. Dan harus diiringi dengan sikap anti jadi people pleasure. Walau memang butuh jam terbang untuk melatih mental lepas dari kebiasaan people pleasure.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *