Saya tergelitik dengan satu judul buku karya Ahmad Rifa’i Rif’an yang berjudul Jangan Jadi Orang Tua Durhaka. Asli judul nya tuh menarik perhatian saya. Selama ini kan durhaka itu identik dengan anak yaaa. Sampai ada kisah cerita rakyat yang hadir dari Sumatera Barat sana tentang kisah anak durhaka Malin Kundang.
Perkembangan zaman, semakin banyak ilmu parenting dan orang-orang yang mau terus menggali ilmu tentang pengasuhan anak dari berbagai sumber terutama Al Qur;;an dan hadits buat kita yang beragama islam. Jadi dalam mendidik anak tuh sudah ada panduannya yaa terutama parenting islami. Sehingga judul buku ini muncul ke permukaan untuk memberi kiasan pad apara orang tua yang tidak mengikuti panduan dari Allah dan Rasul tentang mendidik anak yang benar. Jadi, jika ada orang tua yang tidak menunaikan kewajibannya mendidik anak sesuai ajaran islam maka dia sudah durhaka pada anaknya.
Detail Buku
Buku ini merupakan karya salah satu penulis produktif di Indonesia yaitu Ahmad Rifa’i Rif’an. Detail bukunya sebagai berikut:
Judul: Jangan jadi orang tua durhaka
Sub Judul: Panduan parenting islami untuk keluarga muslim masa kini
Penulis : Ahmad Rifa’i Rif;an
Penyunting: Jajang Hartono
Penerbit: Rene Turos Group
Tahun Terbit: 2024
Cetakan : 1
ISBN: 9786236083727
Sinopsis Isi Buku
Buku ini terdiri dari empat bab yang dimulai dari masa sebelum menjadi orang tua. Penulis memberi wawasan kepada pembaca tentang apa yang harus dipersiapkan sebelum menjadi orang tua. Bagaimana harus mengasuh anak agar menimbulkan rasa bahagia dan senang. Apa yang harus dipersiapkan terkait finansial.
Bab dua berisi tentang alasan mengapa ada orang tua durhaka? Mengapa orang tua bisa durhaka kepada anaknya? Apa yang harus dilakukan oleh orang tua agar terhindar dari label sebagai orang tua durhaka. Ada sebuah kisah menarik dalam buku ini yang bercerita tentang seorang pemuda jujur bernama Idris yang rela menjalani perintah apapun dari pemilik kebun delima. Jadi Idris tuh makan buah delima tidak sengaja yang bukan miliknya.
Akhirnya sang pemilik kebun meminta Idris agar menjaga kebunnya selama beberapa bulan lamanya. Setelah selesai masa bertugas , sang pemilik kebun kembali meminta IDris menikahi anaknya yang buta, tuli dan bisu. Padahal keadaan tersebut hanyalah kiasan belaka. Wanita salihah tersebut bernama Ruqayyah. Dari pernikahan pasangan salih salihah ini lahirlah seorang ulama besar yaitu Imam Syafi’i.
Apa hikmah yang bisa saya petik dari kisah ini? Tidak lain tidak bukan bahwa kita harus mencari calon pasangan yang beriman kepada Allah agar mendapatkan keturunan yang baik dan salih juga. Anak keturunan kita akan dibesarkan oleh seorang ibu yang salihah yang menjaga dirinya dari perbuatan keji dan munkar.
Naah, jadi sudahkan menurut saya jika ingin mendapatkan keturunan yang baik sehingga terhindar dari label orang tua durhaka. Sudahkan kita semua memantaskan diri agar menjadi manusia terbaik di sisi Allah?
Bab ketiga, penulis memaparkan beberapa tips bagaimana mengasuh anak-anak dengan pola asuh islami. Orang tua hendaknya mendidik anak sesuai dengan zamannya. Jangan pernah sekali-kali melimpahkan pengasuhan anak ke sekolah. Bagaimanapun bagus dan mahalnya sekolah yang kita pilih untuk anak-anak, kewajiban mendidik tetaplah tugas orang tua. Dalam buku ini penulis menyampaikan 10 metode parenting Rasulullah. Ingin tahu selengkapnya? Baca saja bukunya yaa, buku yang sangat bagus dan berbobot bagi para orang tua.
Bab empat merupakan bab terakhir yang ada di buku ini. Pada bab empat penulis menjelaskan tentang bagaimana pola komunikasi yang baik dengan anak. Sangat penting orang tua membangun komunikasi positif kepada anak.

Pandangan Saya Terhadap Buku Jangan Jadi Orang Tua Durhaka
Buku yang saya baca kali ini sangat bagus cover bukunya. Penyampaian pesan melalui gambar sangat pas menggambarkan orang tua yang terdiri ayah dan ibu sedang memegang tangan anaknya. Ini menggambarkan anak ada dalam perlindungan dan pengasuhan kedua orang tua dengan baik. Dengan latar belakang pemandangan alam dan langit berwarna biru. Pas dengan tulisan huruf yang berwarna putih. Jadi segar sekali melihatnya.
Jenis kertas bukan kertas biasa pada umumnya. Tapi jenis kertas tebal berwarna putih. Bagus jenis kertasnya bukan yang cepat robek. Jadi buku terlihat lebih kokoh dan kuat. Lembaran halaman di dalam buku memadukan warna putih dan kuning, kontras dan menarik.
Penulis memberi highlight warna yang berbeda dengan tulisan lainnya pada kalimat-kalimat penting. Jadi seperti menggunakan stabilo gitu lho. Jadi saat membaca bukunya jadi memudahkan membuat summary.
Penulis mampu menjabarkan hal-hal yang sebenarnya agak rumit menjadi sebuah kalimat yang mudah dimengerti oleh pembaca. Saya membaca buku ini, tidak banyak mengernyitkan dahi karena pilihan kata yang sederhana dan penyampaian runut. Ditambah lagi penulis menyajikan beberapa kisah-kisah islami yang menyentuh hati dan bisa menjadi contoh yang baik. Yaa salah satunya kisah pemuda jujur yang menikahi seorang wanita shalihah dan cantik.
Pesan-Pesan dari Buku Untuk Pembaca
Buku ini termasuk ke dalam tema parenting. Banyak hal positif yang bisa diambil dari buku ini untuk pembaca. Terutama bagi para calon orang tua dan saat ini berperan sebagai orang tua.
- Menjadi orang tua itu bukan hal mudah butuh persiapan diri sebelum menikah
- Mendidik anak adalah kewajiban orang tua
- Ingin anak saleh orang tua harus menempatkan diri dan menyeimbangkan menjadi seorang yang saleh
- Mengikuti perkembangan zaman dan melakukan upgrade diri dengan ilmu parenting terkini
- Pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan anak-anak
Memerhatikan 10 Metode Parenting ala Rasulullah
Dalam buku ini khusus juga mengupas tentang 10 metode parenting ala Rasulullah. Penulis mengambil metode ini dari buku karangan Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqqub,M.A. Kesepuluh metode tersebut adalah pertama Graduasi artinya orang tua perlu secara bertahap memberi pelajaran kepada anak jangan sekaligus. Diantaranya menyesuaikan dengan usia dan pemahaman sang anak. Kedua adalah levelisasi artinya memberi pemahaman kepada anak sesuai usianya dan menyesuaikan dengan karakternya.
Ketiga adalah Variasi yaitu mendidik anak dengan berbagai cara yang membuat mereka tidak menjadi bosan. Keempat adalah keteladanan artinya orang tua adalah pemberi contoh yang baik. Kelima yaitu pendekatan aplikatif artinya memberi pelajaran bagaimana menerapkan nilai-nilai baik untuk diterapkan di dunia nyata.
Keenam adalah pengulangan tujuannya adalah agar anak benar-benar memahami apa yang orang tua ajarkan. Ketujuh adalah evaluasi, jadi anak perlu mengetahui dan melakukan cek ricek apakah anak benar-benar memahami apa yang sudah orang tua sampaikan. Kedelapan yaitu pendekatan dialog artinya orang tua hendaknya membangun komunikasi dengan anak, jangan otoriter.
Metode sembilan yaitu pendekatan analogi yang digunakan oleh orang tua untuk menjelaskan hal yang agak rumit kepada anak-anak dengan penerapan contoh di keseharian. Dan metode terakhir adalah metode cerita , jadi orang tua membacakan cerita kepada anak. PIlihlah buku-buku yang mengandung pelajaran baik pada anak-anak.
Penutup
Saya merekomendasikan buku karangan Ahmad Rifa’i Rif’an yang berjudul Jangan Jadi Orang Tua Durhaka menjadi salah satu buku bacaan bari para orang tua semuanya. Khususnya yang masih memiliki anak kecil dan masih dalam asuhan orang tua. Anak-anak yang masih perlu pendampingan dan belum hidup mandiri. Mendidik anak itu butuh ilmu , naah buku ini salah satu bekalnya.
